Virus Corona

Jumlah Pengendara yang Diminta Putar Balik Karena Tak Punya SIKM Meningkat di Cek Poin Ujung Menteng

Amran Parmadi Pengendali Cek Poin Ujung Menteng menjelaskan jumlah pelanggar SIKM di jalur tersebut meningkat 15 persen dari hari sebelumnya.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kegiatan pemeriksaan SIKM di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). 

Laporan wartawan wartakotalive.tribunnews.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, Cakung -- Jajara tiga pilar yang terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri masih melakukan pemeriksaan SIKM di kawasan berbatasan cek poin Ujung Menteng, Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur.

Amran Parmadi Pengendali Cek Poin Ujung Menteng menjelaskan jumlah pelanggar SIKM di jalur tersebut meningkat 15 persen dari hari sebelumnya.

"Ada 15 persen peningkatan pelanggaran SIKM. Yang roda dua kami putar balik karena tidak bisa menunjukkan e-KTP Jabodetabek dan SIKM," ucap Amran di lokasi, Senin (1/6/2020).

Sudah 14.500 Kendaraan Diputar Balik Polda Metro Jaya, Karena Tak Miliki SIKM

Mayoritas dari mereka yang diberhentikan karena menumpangi kendaraan selain bernomor polisi B, seperti dari arah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka merupakan penumpang kendaraan pribadi.

Banyak juga bus-bus AKAP dan pariwisata yang diberhentikan petugas dan kedapatan tak mengantungi SIKM.

"Jumlah pelanggarnya sekitar 100 kendaraan baik yang roda dua maupun roda empat," ucapnya.

Kegiatan pemeriksaan SIKM di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020).
Kegiatan pemeriksaan SIKM di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). (Wartakotalive.com/Rangga Baskoro)

Petugas terkendala banyaknya kendaraan roda dua yang mencoba kabur setelah melihat petugas dari kejauhan.

"Banyak dari pelanggar yang berhenti dulu atau bahkan mencoba kabur. Kami cukup kesulitan. Tapi kalau yang roda empat semuanya tidak lolos dari pemeriksaan," kata Amran.

Banyak Masyarakat Salah Kaprah Soal SIKM Jakarta, Berikut Ini Penjelasannya

Mayoritas pengendara beralasan tak mengetahui adanya kebijakan wajib mengantungi SIKM apabila hendak memasuki wilayah Jabodetabek.

"Mereka rata-rata tidak tahu ada peraturan SIKM meski banyak informasinya di media massa. Tetap kami putar balik," jelasnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved