Breaking News:

Kerusuhan di AS

MAKIN Tak Terkendali, Kerusuhan di AS Makan Korban Tewas dan Toko-toko Mulai Dijarah Massa

Sejumlah unjuk rasa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Amerika Serikat berujung ricuh dan menyebabkan setidaknya dua warga sipil tewas.

Reuters/Aljazeera
Seorang pemuda berhadapan dengan polisi dalam demo di Minneapolis, Amerika Serikat. Demo besar-besaran yang tersulut akibat meninggalnya George Floyd oleh polisi AS, makan korban jiwa dan aksi penjarahan toko oleh massa, Minggu (31/5/2020). 

 Pertama Kalinya Sejak PSBB, Bima Arya Salat Jumat Berjamaah di Masjid Baitur Ridwan Kota Bogor

Kepolisian Minnesota menangkap sekitar 70 pengunjuk rasa, sementara Kepolisian Chicago di Illinois menahan kurang lebih 108 orang yang diduga merusak fasilitas umum.

Sementara itu di Detroit, kepolisian setempat menangkap 40 pengunjuk rasa yang 75 persen di antaranya berasal dari luar kota, demikian kata otoritas terkait.

Di Colombus, kepolisian menangkap 11 pengunjuk rasa karena diyakini berbuat kerusakan.

Kemudian di negara bagian Wisconsin, 50 orang juga ditangkap kepolisian setempat.

Setelah adanya insiden tersebut, beberapa negara bagian dan pemerintah kota memberlakukan jam malam, menurunkan pasukan tambahan, dan menutup sejumlah ruas jalan tol guna membatasi pergerakan massa.

 AKHIRNYA Dirut TVRI Iman Brotoseno Akan Nonaktifkan Akun Sosmednya, Ini Alasannya

KJRI Pastikan 1.990 WNI di Daerah Aksi Black Lives Matter Aman

Buntut kematian Geoarge Floyd yang tewas setelah disiksa oleh Derek Chauvin, anggota kepolisian Minneapolis, memicu kerusuhan di sejumlah kota di Amerika Serikat.

Hingga hari ini, Minggu (31/5/2020), gejolak kerusuhan masih membara di Negeri Paman Sam itu.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved