Pilkada Serentak 2020

Antisipasi Minim Pemilih Akibat Covid-19, Pilkada Serentak 2020 Diusulkan Pakai Sistem e-Voting

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Serentak 9 Desember mendatang akan menurun.

tribun jabar
ILUSTRASI 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Serentak 9 Desember mendatang akan menurun.

Sebab, pandemi Covid-19 membuat masyarakat takut datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Saya menduga partisipasi di Pilkada di masa pandemi bisa merosot tajam, karena pemilih takut terpapar Corona jika ke TPS," kata Adi saat dihubungi Tribunnews, Jumat (29/5/2020).

KABAR Gembira! 111 Pasien Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUD Kota Depok Sembuh dan Dipulangkan

Adanya usulan kampanye terbuka dilakukan secara virtual juga dinilai sangat berpotensi menurunkan minat pemilih ikut Pilkada.

Sebab, tidak semua orang terkoneksi dengan jaringan internet.

Ia menyarankan harus ada skenario atau rekayasa penyelenggaraan Pilkada.

Awalnya Masalah Kesehatan, Anies Baswedan Sebut Wabah Covid-19 Kini Jadi Krisis Ekonomi

"Makanya, harus ada rekayasa dari penyelenggara Pilkada untuk meningkatkan partisipasi pemilih," ucap Adi.

Pengamat politik UIN Jakarta itu mencontohkan skenario yang bisa diterapkan saat Pilkada nanti.

Misalnya, waktu pencoblosan dibuat agak longgar dari pagi hinga petang, untuk meminimalisasi penumpukan massa.

Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Ruslan Buton Ditangkap di Sulawesi Tenggara

"Atau bisa juga menerapkan e-voting agar pemilih cukup di rumah saja memilih calon," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved