Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Syarat SIKM Bikin PO Bus Terminal Terpadu Pulo Gebang Menjerit, Ini Alasannya

Kewajiban penumpang bawa SIKM ke Terminal Terpadu Pulo Gebang buat para pengusaha PO Bus menjerit.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sejumlah orang melakukan perjalanan keluar kota dari Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2020). 

"karena enggak sebanding dengan ongkos operasionalnya. Yang beli hanya 1 atau dua orang saja," ujarnya.

Padahal, pihaknya telah melipatgandakan harga tiket sebagai imbas penerapan social distancing, namun tetap saja ia masih merugi lantaran sepi pelanggan.

"Sejak PSBB, kami minta satu penumpang bayar dua kursi, yang tadinya 240 ribu, jadi 440 ribu"

"Tapi kalau cuma angkut 1 atau 2 orang, tetap enggak ketutup biaya operasional, nyeberang naik kapal di Selat Sunda saja sudah 1,4 juta," keluh Siagian.

Terlebih lagi, saat ini persyaratan ditambah.

Para calon penumpang juga harus mengantungi SIKM apabila hendak meninggalkan Jakarta menumpangi bus AKAP.

"Ditambah lagi sekarang pakai SIKM. Enggak ada penumpangnya. Mungkin karena masyarakat kesulitan harus urus macam-macam. Jadi enggak ada yang naik," katanya.

Sementara itu, Kasatpel Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang, Afif Muhroji menjelaskan SIKM wajib dikantongi oleh calon penumpang beserta awak bus AKAP.

"Kalau menurut pergubnya, ada ketentuan khusus orang yang wajib bawa SIKM dan yang tidak perlu"

"Contoh yang tidak perlu SIKM itu ada pejabat negara, konsulat, sopir angkutan umum yang mengangkut barang kebutuhan pokok, TNI dan Polri, ambulans dan pemadam kebakaran"

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved