Bulu Tangkis

Cerita Liliyana Natsir Soal Perjalanannya Berduet dengan Tontowi Ahmad, Pernah Perang Dingin

Bahkan Liliyana menggambarkan hubungannya dengan Tontowi Ahmad, pasangan mainnya tersebut, dengan istilah gersang.

PBSI
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tumpukan prestasi yang didapatkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir selama berkarier di bulutangkis tak serta merta datang begitu saja. Banyak perjuangan yang mereka lalui.

Kini, nama mereka terekam dalam sejarah bulutangkis Indonesia.

Salah satu prestasi yang membanggakan yakni, Owi/Butet sukses meraih medali emas di Olimpiade 2016.

Liliyana Natsir menceritakan untuk berdiri di puncak kesuksesan tidak lah mudah.

Bersama Tontowi, mereka bahkan pernah mengalami rasa kesulitan.

Sony Dwi Kuncoro Ikut Komentari Keputusan Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulu Tangkis

Hal itu ia ungkapkan dalam rangka mengenang perjuangannya bersama Tontowi, lantaran di hari senin (18/5/2020) Tontowi menyatakan pensiun dari bulutangkis.

Tahun 2015 hingga awal 2016 adalah masa sulit bagi mereka.

Bahkan Liliyana menggambarkan hubungannya dengan Tontowi Ahmad, pasangan mainnya tersebut, dengan istilah gersang.

Menpora Zainudin Amali Turut Menanggapi Pensiun Tontowi Ahmad

“Waktu itu ekspektasi orang tinggi, dan kami lagi terpuruk sekali cuma dapat satu gelar juara sebelum olimpiade. Owi nggak marah sih sama saya, saya juga enggak, tapi gimana ya namanya pemain dapat hasil jelek itu situasinya nggak ribut tapi nggak akur juga, ha ha ha susah menjelaskannya. Damai tapi gersang, kayak lagi perang dingin,” cerita Liliyana dalam rilis yang diterima Tribunnews, Kamis (21/5/2020).

Apalagi saat kejuaraan All England 2016, di mana Owi/Butet kalah bersaing dengan juniornya, Praveen Jordan/Debby Susanto atau beberapa bulan sebelum Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Liliyana Natsir Kenang Kebersamaannya dengan Tontowi: Owi Itu Penyabar

Berkat kedewasaannya, mereka mampu meredam rasa frustrasi itu hingga akhirnya bsia menunjukkan kepada dunia kulitas mereka di Olimpide 2016.

“Waktu itu kami berpikir apa posisi kami sudah terganti ya sama Praveen/Debby? Ya namanya persaingan. Akhirnya saya dan Owi sama-sama nurunin ego, saya kontrol emosi, Owi nggak sensitif lagi, begini pun sebetulnya nggak menjamin kami jadi juara, tapi setidaknya kami berdua jauh merasa lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved