Akibat Pandemi, Nurdin Mengeluh Penjualan Parsel Tahun Ini Meredup
Tahun lalu, menjelang Lebaran seperti, pihaknya mampu menjual ribuan parsel, hanya saja tahun ini dirasakan meredup
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM - Mejelang Lebaran, biasanya pedagang persel musiman dikawasan Cikini, Jakarta Pusat, memadati Jalan Pengangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat dan sekitarnya. Namun tahun ini terlihat nampak berbeda.
Pantauan di lokasi, jumlah pedagang parsel musiman Cikini ini hanya terlihat sembilan pedagang yang masih berjualan. Padahal, tahun lalu hampir puluhan pedagang musiman berjejer menjual parsel di Cikini.
Para pedagang ini berjualan di bawah tenda buatan dengan menampilkan beraneka macam jenis parsel, mulai parsel pecah belah ataupun parsel yang berisikan makanan ringan hingga minuman.
• PT LIB Akhirnya Tepati Janjinya Bayar Dana Subsidi Secara Normal, 2 Tim Liga 1 Sudah Terima
• Kondisi Keuangannya Terpukul Akibat Tak Ada Jadwal Manggung, Judika Pikirkan Gaji Kru dan Karyawan
• Pesona Tante Ernie Membuat Para Buaya Darat Mendekat, Mulai Artis, Fotografer hingga Pejabat
Salah seorang pedagang persel, Nurdin (35), mengatakan, saat ini jumlah pedagang yang membuka lapak, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Ini akibat dampak pandemi Covid-19 serta aturan dari Pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Ya .. yang jelas tahun ini sangat menurun. Kita lihat aja dari pedagang, cuma beberapa yang jualan. Beda kayak tahun lalu, bisa sampai ujung ke ujung dan itu pasti ramai,” kata Nurdin, Selasa (19/5/2020).
Menurut Nurdin, imbas dari pandemi Covid-19 ini juga berdampak dengan daya beli masyarakat, sehingga mengakibatkan pendapatan tahun ini menurun sangat drastis jika dibandingkan tahun lalu.
“Ya .. kalau penurunan itu bisa sampai 60 persen. Makannya dampak Covid-19 ini sangat terasa banget ke semua sektor saya rasa, nggak hanya ke kami saja, semua orang mengalaminya,” katanya.
Harga tetap
Berkaca pada tahun lalu, Nurdin menyebut satu hari sebelum puasa atau bulan Ramadan para pedagang parcel musiman Cikini sudah mendirikan tenda. Bahkan, ada yang sudah mulai berjualan di pinggir jalan. Namun, tahun ini, para pedagang baru berjualan 14 hari sebelum Lebaran.
• Empat Warga Depok Positif Covid-19, Tiga Diantaranya dari Hasil Tes RSUI
• Masa Pandemi Covid-19, Shopee Catat Kenaikan Transaksi 4 Kali Lipat
• Dinyatakan Negatif Covid-19, Tidak Buat Warga Tambora Girang, Ini Sebabnya
Nurdin mengatakan, tahun lalu, menjelang Lebaran seperti, pihaknya mampu menjual ribuan parsel, hanya saja tahun ini dirasakan meredup imbas dari pandemi Covid-19, karena baru puluhan parsel yang terjual.
“Biasanya itu kalo sudah deket Lebaran itu melonjak itu pembeli, bahkan H-5 Lebaran bisa menjual ribuan parsel. Kalau sekarang karena memang pedagangnya sedikit, sudah pasti berbeda jauh,” katanya.
Sementara pedagang lain parsel, Pian (40), mengatakan, meski penjualan parsel Cikini turun, namun harga yang dijual tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada kenaikan harga. “Harga sih sama nggak naik. Kalau naik percuma juga kan orang lagi sepi yang ada ya .. nggak laku. Ya .. walau sepi, masih ada ajalah yang datang beli, satu dua ada cuma memang menurun,” ujarnya.
• VIDEO: Kemensos Serahkan Bantuan ke Tagana yang Bertugas di Dapur Umum
• Timsus Pemulasaran Polda Metro Jaya Kembali Urus Jenasah Perempuan Korban Covid-19
• Anies Baswedan Sampaikan Kabar Baik, Dua Minggu Mendatang Jakarta Kembali Normal Asalkan Patuh
Menurut Pian harga parsel di Cikini relatif tergantung isi dari parsel. Rata-rata harga yang dijual mulai Rp 150.000 parsel berukuran kecil yang berisi biskuit hingga minuman kaleng.
Untuk parsel yang paling mahal dijual hingga Rp. 2,5 juta yang berisikan berbagai jenis makanan dan minuman bahkan parsel tersebut dibungkus cukup tinggi. Sedangkan parsel yang berisi kaligrafi, dibanderol dengan harga Rp 350.000 sampai Rp 3 juta.
“Bervariasi, kalau paling murah Rp 150.000. Nah, yang paling mahal itu parsel becah belah, itu bisa sampai Rp 3 jutaan yang isinya gelas dan macam-macam barang becah belah,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedagang-parsel-di-cikin.jpg)