Kesehatan
Berikut Ini Penjelasan Para Ahli Gizi Soal Dampak Buruk Konsumsi Daging Babi
Apakah Anda termasuk orang yang sering mengkonsumsi daging babi? Hati-Hati, ada dampak buruk konsumsi daging babi?
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Apakah Anda termasuk orang yang sering mengkonsumsi daging babi?
Sudah tahu dampak buruk konsumsi daging babi?
Ternyata, konsumsi daging babi berbahaya bagi tubuh manusia.
Mengenai bahaya daging babi, sempat beredar pemberitaan soal daging babi diolah jadi daging sapi.
• Periksa 9 Pasar di Jakarta Pusat, Dinas KPKP Pastikan Tak Ada Kasus Daging Sapi Dicampur Daging Babi
• Ramai Isu Beredarnya Daging Babi di Ibu Kota, Wali Kota Jaksel Sidak Pasar Tradisional
• Daging Babi Menyerupai Daging Sapi Beredar, Begini Cara Membedakannya
Diketahui, kasus daging babi diolah menyerupai daging sapi dan dijual bebas terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bahkan, kasus daging babi mirip daging sapi dijual bebas tersebut menjadi viral di media sosial (medsos), Minggu (10/5/2020).
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, ada dua warga Solo yang tinggal di Bandung mendapat kiriman daging babi dari Solo.
Kemudian mereka melakukan pengolahan daging babi tersebut menyerupai daging sapi dan meminta dua temannya untuk menjual daging tersebut ke beberapa daerah di Bandung.
Ilustrasi perbandingan wujud daging sapi dengan daging babi (Harry Freitag dari Universitas Gadjah Mada (UGM)
Meski termasuk tindakan kriminal dengan cara penipuan ini, masyarakat menjadi resah lantaran daging babi ini dijual dengan harga yang setara dengan daging sapi.
Tak hanya itu, daging babi juga disinyalir merupakan salah satu sumber dari penyakit cacing pita.
Lantas, apa saja dampak yang terjadi saat mengonsumsi daging babi?
Tanggapi hal itu, Dosen Prodi Gizi Kesehatan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Harry Freitag mengungkapkan, daging babi dianggap berbahaya lantaran ada potensi terinfeksi cacing pita.
Tiap tahunnya, Sumatera Utara memproduksi lebih dari 40,000 ton daging babi. (Getty Images)
"Jadi, daging babi memiliki risiko tinggi mengandung parasit Trichinella spiralis atau roundworm, Taenia solium atau tapeworm, dan Toxoplasma gondii," ujar Harry saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/5/2020).