Selasa, 12 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

Tanpa Rapid Test, 30 Warga di Tambora Langsung Jalani Swab Test

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Kristi Wathini membenarkan informasi pengadaan Swab test masal terhadap 30 warga di Jembatan Besi, Tambora.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany |
Istimewa
Penyemprotan cairan disinfektan di RW 07  Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (10/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA - Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Kristi Wathini membenarkan informasi pengadaan Swab test masal terhadap 30 warga di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat Minggu (10/5/2020).

Swab test massal itu lantaran tiga warga di RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat  dipastikan positif Covid-19.

"Saat ini 30 warga di RW 07 Jembatan Besi langsung kami ambil sample untuk Swab test saja, tidak rapid test. Jadi hasilnya sampai saat ini belum keluar," kata Kristi dikonfirmasi Senin (11/5/2020).

Saat ini kata Kristi, sambil menunggu hasil Swab test pihaknya sudah menyarankan Kelurahan agar melockdown lokal kawasan RW 07 Jembatan Besi.

Sehingga posisi 30 warga yang sudah jalani Swab test saat ini masih berada di rumah masing-masing.

 VIRAL Terkonfirmasi Warga Ramai-ramai Pagar Tembok Batako Batas 2 Desa di Malang Jatim karena Corona

 BREAKING NEWS Polisi Tangkap Ferdian Paleka, Youtuber Prank Sembako Isi Sampah ke Waria

 Ini Wajah Memelas Ferdian Paleka Ditangkap Polisi saat akan Kabur di Tol Tangerang-Merak

 Ini Cerita Tentang Saputri, Istri Pertama Didi Kempot, Pernah Jadi Buruh di Tangerang Biayai Suami

"Masih kami pantau ya mereka. Saat ini sih belum ada yang tunjukan gejala-gejala Covid-19," jelas Kristi.

Sementara itu tiga warga lainnya yang sudah terlebih dahulu dinyatakan Covid-19 masih diisolasi di rumah masing-masing.

Hal itu lantaran ketiganya tidak menunjukan gejala-gejala Covid-19.

"Jadi ketiga warga yang positif itu masuknya Orang Tanpa Gejala (OTG)," papar Kristi.

 Pihak Keluarga Pilih Makamkan Djoko Santoso di Sandiego Hills Meski Punya Hak di TMP Kalibata

Ketiga warga positif Covid-19 itu juga saat ini terpantau dalam keadaan sehat. Namun satu pasien kemungkinan akan dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Kemayoran.

"Tapi itu saya datanya belum dapat. Nanti di update ya," tandas Kristi.

Diberitakan sebelumnya 30 warga di RW 07, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat jalani Swab test.

Swab test dilakukan lantaran mereka diduga kuat berkontak dengan tiga pasien positif Covid-19 baik di lingkungan rumah dan lingkungan musala setempat.

 YouTuber Ferdian Paleka Beri Penjelasan soal Video Maaf tapi Bohong, Ini Katanya

Kegiatan swab test dikawal oleh tiga pilar Kecamatan Tambora yakni dari pihak Kecamatan, TNI, dan Polisi.

Tiga Jemaah Positif Corona Salat Tarawih di Musala

Sebanyak 30 warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat jalani Swab test Covid-19.

Uji test itu diadakan lantaran mereka berkontak dengan tiga jemaah yang positif Covid-19.

Kontak fisik itu terjadi ketika ketiga jemaah positif Covid-19 salat tarawih bersama dengan 30 warga Tambora.

Kapolsek Tambora, Jakarta Barat Kompol Iver Manossoh mengatakan ia dimintai tolong oleh pihak Kecamatan Tambora dan Puskesmas setempat.

Yaitu untuk evakuasi 30 warga RW 07, Jembatan Besi, Tambora Jakarta Barat Minggi (10/5/2020).

 Catat, Ini Kategori Penumpang yang Diperbolehkan Melakukan Penerbangan Rute Domestik

 Ini Kondisi Ferdian Paleka saat Sekarang, Kepala Diplontosi

 Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Pembayaran THR Karyawan 2020, ini Kabar Baik dan Buruknya

 Ditipu Ojol Modus Motor Kehabisan Bensin, Baim Wong:  Aktingnya Bagus Banget

Hal itu lantaran mereka diduga kuat sempat kontak fisik dengan tiga warga yang sebelumnya telah dinyatakan Positif Covid-19.

"Kontak fisik itu terjadi baik di saat melaksanakan salat tarawih berjamaah di sebuah musala di RW 07 maupun karena hubungan sebagai anggota keluarga," ungkap Iver dihubungi Warta Kota, Senin (11/5/2020).

Saat ini kata Iver, ke-30 warga sudah dievakuasi ke Puskesmas Tambora untuk Swab test.

Selain evakuasi 30 warga, jajaran tiga pilar Kecamatan Tambora juga menggelar penyemprotan cairan disinfektan di musala tempat pelaksanaan taraweh warga.

Penyemprotan juga dilakukan di rumah warga yang positif Covid-19.

"Kegiatan tersebut berjalan lancar dan mengikuti protokol kesehatan," papar Iver.

Iver mengatakan pemisahan 30 warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) sangat penting mengingat wilayah itu merupakan kawasan padat penduduk.

 Cerita Orangtua Tersangka Aidil, Kerap Dikasih Uang dari Hasil Youtube Ferdian Paleka 

 Ternyata Orang ini yang Beri Ide Ferdian Paleka untuk Prank Sembako Isi Sampah

 10 Mei Lion Air Mulai Operasikan Penerbangan, Ini Aturan yang Diterapkan untuk Penumpang

Pihaknya dimintai bantuan oleh pihak Kecamatan lantaran sempat ada warga yang berkeras karena tidak mau jalani Swab test.

"Sehingga tadi siang kami secara terpadu melakukan langkah maksimal untuk mengevakuasi mereka yang pernah kontak fisik di saat salat tarawih," papar Iver.

Iver berharap warga Tambora senantiasa patuh terhadap Ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Maklumat Kapolri.

Warga diimbau agar selalu disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Jika semua ketentuan PSBB dan Maklumat Kapolri kita jalankan dengan baik, patuh dan disiplin maka mata rantai penularan Covid-19 akan cepat berakhir," tandasnya.  (m24)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved