Kamis, 9 April 2026

PSBB Bogor

Tren Kasus Covid-19 Melandai, Bima Arya Enggan Longgarkan PSBB di Bogor

"Memang ada tren melandai, tapi saya tidak mau terburu-buru tetap anggap situasinya masih darurat belum selesai PSBB."

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Desy Selviany
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam wawancara ekslusif dengan Wartakotalive.com, Senin (13/4/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tren jumlah kasus virus corona di Jawa Barat cenderung menurun.

Namun, Wali Kota Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pelonggaran atusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor.

"Memang ada tren melandai, tapi saya tidak mau terburu-buru tetap anggap situasinya masih darurat belum selesai PSBB.

Selama PSBB selesai kita belum bisa menyimpulkan atau menganalisa apa-apa walaupun ada data perlambatan," kata Bima, dilansir TribunBogor, Jumat (8/5/2020).

Bima juga menegaskan PSBB tetap berjalan tidak ada kelonggaran PSBB baik di pasar atau ditempat publik lainnya.

"Ini situasi luar biasa, saya minta Satpol PP untuk tegas dan persuasif lah, toko-toko diimbau untuk tutup jika masih buka yang dikecualikan dan jaga jarak," tegasnya. 

Stop Operasi KRL

Tiga penumpang KRL Commuter Line Bekasi-Jakarta positif corona atau Covid-19 usai dilakukan tes swab PCR secara acak terhadap 300 penumpang.

Sebelumnya juga, tiga penumpang KRL di Bogor terkonfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan tes swab terhadap 325 penumpang.

Atas hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa pergerakan di KRL sangat riskan dalam melakukan penularan Covid-19.

Hal itu disebabkan, mereka yang positif dalam keadaan sehat tanpa gejala.

"Bayangkan kalau posisi sehat sebagai carrier kemana pun saja dia pergi sebanyak itu dia akan bisa menyebarkan ke orang lain," kata Rahmat, pada Kamis (7/5/2020).

 Ternyata jika ABK Meninggal di Kapal, Jenazahnya Dilarung ke Laut, Ini Penjelasannya dari Kemenhub

 Ferdian Paleka Belum Menyerahkan Diri, Polisi: Orangtua tetap Melindungi Anaknya

 YLKI: Kemenhub Longgarkan Larangan Mudik Lebaran Kebijakan Blunder, tidak Sejalan dengan Jokowi

Kemudian dengan ditemukannya tiga orang positif, otomatis akan ada Orang Dalam Pantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru.

Tak hanya penumpang KRL di Bekasi, juga terjadi di penumpang KRL di Bogor.

Potensi masih ada lebih banyak lagi penumpang KRL yang positif tak dipungkiri.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved