Viral Media Sosial
Susi Pudjiastuti Nilai Kasus Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China Mirip Kasus Benjina
Kasus Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China Dinilai Susi Pudjiastuti Sudah Berlangsung Lama, Mirip Kasus Benjina
Associated Press menurunkan laporan investigasi pada 25 Maret 2015.
Menurut para ABK atau para budak, para kapten di kapal penangkap ikan memaksa mereka untuk minum air yang tidak bersih.
Hampir semua mengatakan mereka ditendang, dicambuk dengan ekor ikan pari beracun atau dipukuli jika mereka mengeluh atau mencoba beristirahat.
Dalam kasus terburuk, banyak orang melaporkan cacat hingga kematian di atas kapal.
Mereka dibayar sedikit, bahkan ada yang tidak dibayar.
Agen perekrut para budak sangat kejam, mereka merekrut anak-anak dan orang cacat.
• Denny Siregar Tantang AHY dan Tegaskan Tidak Akan Hapus Postingan soal Surat Terbuka Almira
Bahkan rela berbohong tentang upah hingga membius dan menculik migran.
Para budak yang diwawancarai AP tak tahu ke mana ikan tangkapan mereka dijual.
Mereka hanya tahu bahwa itu sangat berharga, mereka tidak diizinkan memakannya.
Tapi berdasarkan penelusuran AP, ikan-ikan itu dapat berakhir di toko-toko kelontong utama Amerika seperti Kroger, Albertsons dan Safeway, Wal Mart, Sysco, Fancy Feast, Meow Mix dan Iams.
AS menganggap Thailand sebagai salah satu pemasok utama makanan lautnya, dan membeli sekitar 20 persen dari ekspor tahunan negara itu sebesar 7 miliar dolar AS di industri.
• Berseteru dengan Annisa Pohan hingga Tantang Partai Demokrat, Denny Siregar Rupanya Tak Dikenal AHY

Terdampar hingga meninggal
Di dermaga di Benjina, banyak budak diturunkan dari kapal tanpa bekal. Mereka akhirnya terlantar di pulau berhutan lebat.
Para budak itu makan dan minum dari air hujan, hidup dalam ketakutan akan penangkap budak yang disewa.
Tak jauh dari pantai dengan karang tajam, ada sebuah kuburan nelayan.