Berita Nasional

Wacana Cetak Rupiah di Tengah Pandemi, Iwan Sumule Tagih Ucapan Jokowi soal Uang RI di Luar Negeri

Pada 2016 lalu Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa uang warga Indonesia banyak disimpan di luar negeri

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga tengah menukarkan uang baru di Mobil pelayanan penukaran di IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018). 

"Pak Jokowi, uang kita di luar negeri ada 11.000 Triliun, kenapa harus cetak duit?"

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Aktivis nasional Iwan Sumule yang juga Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) menyoroti soal wacana untuk mencetak uang rupiah untuk menyelamatkan ekonomi RI dari keterpurukan di tengah pandemi Virus Corona.

Ia tak sepakat dengan cetak uang untuk menopang ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi global Virus Corona.

Iwan Sumule justru menyingggung soal pernyataan Presiden Jokowi yang pernah menyebut jumlah uang Indonesia di luar negeri mencapai 11 ribu triliu.

"Pak Jokowi, uang kita di luar negeri ada 11.000 Triliun, kenapa harus cetak duit?" tulisnya di akun Twitter pribadinya, seperti dikutip Wartakotalive.com pada Minggu (3/5/2020).

"Gegara mencetak uang, di Zimbabwe pernah terjadi inflasi dan melakukan redenominasi mata uang, menyederhanakan uang 10 miliar dolar Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe atau menghilangkan 10 angka nol," imbuhnya. 

Jalani Masa Sulit di Tengah Pandemi Corona, Shireen Sungkar Syukuri Nikmat Berkumpul dengan Keluarga

Punya Hak Diskresi, Polri Buka Peluang Bolehkan Warga Mudik Asal Penuhi Syarat Ini

Gagal Kelabuhi Petugas, Pemudik Ketahuan Sembunyi di Bawah Tumpukan Kerupuk, Disuruh Putar Balik

Tak Ada Angkutan, Pemudik Ini Jalan Kaki Ratusan Kilometer Menuju Pati, Ditemukan Pingsan Kelelahan

Seperti diketahui, pada 2016 lalu Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa uang warga Indonesia banyak disimpan di luar negeri.

Dikutip dari setkab.go.id, di saat semua negara berebut uang masuk capital inflow dalam menghadapi tekanan ekonomi global, ternyata uang bangsa Indonesia yang berada di bawah bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali.

Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp11.000 triliun.

"Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hapal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Sulsel, Jumat (25/11) malam.

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan.
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan. (Antara Foto/Sigid Kurniawan)

Polemik Soal Dukhan Pertanda Akhir Zaman di Pertengahan Ramadan 2020, Begini Pendapat Ustaz Zulkifli

Via Vallen Pernah Depresi Akibat Mulut Pedas Netizen, Sempat Berniat Ingin Bunuh Diri

Dapat Job dari Raffi Ahmad Isi Program Ramadan, Syahnaz Saqidah Bisa Beli Rumah Seharga Rp6 Miliar

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved