Otavio Dutra: Jumping Header Marko Simic Seperti Cristiano Ronaldo

Bek tengah Persija Jakarta Otavio Dutra memuji performa rekan setimnya di lini depan, Marko Simic.

Penulis: Wahyu Septiana |
TWITTER PERSIJA
Striker Persija Jakarta, Marko Simic, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Madura United pada semifinal Piala Gubernur Jatim 2020. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bek tengah Persija Jakarta Otavio Dutra memuji performa rekan setimnya di lini depan, Marko Simic.

Marko Simic dinilai mempunyai kemampuan sempurna dan luar biasa sebagai seorang penyerang.

Terlebih, penyerang berkebangsaan Kroasia itu baru tiga tahun berkarier di kompetisi sepak bola Tanah Air.

Dua Jambret Gagal Rebut Handphone Warga Johar Baru, Ujung-ujungnya Babak Belur Dihakim Massa

Marko Simic sudah mampu beradaptasi dengan baik dan mampu menunjukkan kualitas terbaik yang dimilikinya, di hadapan publik sepak bola Indonesia.

Dutra mengatakan, rekan setimnya tersebut salah satu penyerang terbaik yang ada di kompetisi Liga 1 2020 saat ini.

“Walaupun baru tiga tahun berkarier di Indonesia, Simic menjadi salah satu striker berbahaya di Indonesia," kata Dutra dalam pernyataan resminya, Minggu (3/5/2020).

Selfie Berlatar Makam Pasien Covid-19, Wali Kota Bekasi: Sayangi Diri Kita Sendiri

Pemain yang sudah berganti status menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) itu mengungkapkan beberapa kelebihan yang dimiliki Marko Simic.

Simic dinilai mampu menempatkan posisi dengan baik, serta bisa membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya di Persija.

Ketika mendapatkan peluang, bola yang diterima Marko Simic selalu berbuah gol bagi tim yang diperkuat.

Covid-19 Masuk Kepulauan Seribu, Pulau Sebaru Diusulkan Jadi Tempat Observasi dan Isolasi Pasien

"Salah satu kelebihannya ia mampu memanfaatkan peluang di depan gawang dengan baik."

"Ketika ada tiga peluang itu pastinya dua di antaranya bisa menjadi gol," ucapnya.

Bahkan, kemampuan luar biasa yang dimiliki Marko Simic langsung ia sandingkan dengan mega bintang Juventus, Cristiano Ronaldo.

Tak Ingin Masyarakat Stres karena Terlalu Dikekang, Pemerintah Bakal Longgarkan Aturan PSBB

Menurut Dutra, kemampuan heading dan jumping yang dimiliki Marko Simic sudah setara dengan pemain berkebangsaan Portugal tersebut.

Terlebih, Simic dilengkapi tendangan super kencang, serta kuat dalam penguasaan bola.

"Dia sangat kuat saat pegang bola, ditambah lagi dia mempunyai tendangan luar biasa."

BREAKING NEWS: Pasien Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 11.192 Orang, 1.876 Sembuh, 845 Meninggal

"Selain itu, keunggulan lainnya dia memiliki jumping header seperti Cristiano Ronaldo," puji Dutra.

Dutra berani menyebut Marko Simic sangat layak dijuluki predator ganas di dalam kotak penalti.

Selain itu, penyerang berusia 32 tahun itu juga dinilai layak mendapatkan predikat pencetak gol terbanyak Liga 1 2019.

"Tentunya dengan kemampuan itu semua, ia layak menyandang top skor liga 1 musim lalu,” tutur mantan pemain Persebaya tersebut.

Sumbang Rp 126 Juta Lawan Covid-19

Penyerang Persija Jakarta Marko Simic menjadi salah satu penyumbang dana terbesar dalam program donasi yang dibuat manajemen timnya, untuk melawan pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Marko Simic memberikan dana secara sukarela sebesar Rp 100 juta untuk digunakan melawan penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Selain itu, penyerang berkebangsaan Kroasia itu merelakan medali juara Liga 1 2018 yang didapat bersama Persija dilelang kepada masyarakat umum.

Sudah 5.700 Pekerja Migran Indonesia dan ABK Pulang dari Luar Negeri di Tengah Pandemi Covid-19

Hasilnya, medali juara milik Marko Simic berhasil laku terlelang dengan nominal sebesar Rp26 juta.

Total Rp 126 juta sudah disumbangkan penyerang berusia 32 tahun itu pada program donasi yang dibuat manajemen tim Ibu Kota.

Salah satu alasan kuat Marko Simic memberikan dana besar dan merelakan medali juaranya tersebut karena teringat pesan sang ibu.

Panglima TNI Usul Orang yang Tak Hargai Petugas Medis Tangani Covid-19 Jadi Bahan Penelitian Sosial

Menurut Simic, sang ibu selalu mengajarkan untuk berbagi kepada sesama manusia yang saling membutuhkan.

"Keluarga saya, khususnya ibu saya, selalu mengajarkan saya dalam hidup harus saling membatu sesama."

"Tuhan juga memerintahkan kita untuk saling membantu sesama," kata Marko Simic.

Pemerintah Siapkan Aturan Penundaan THR, Perusahaan Diminta Cairkan Sebelum Akhir Tahun

Terlebih, saat ini sedang ada pandemi Covid-19 yang sudah menyebar dan meluas di Indonesia, terutama Jakarta.

"Ketika pandemi ini terjadi, saya rasa saya mampu membantu sesama, keluarga. Jadi saya akan melakukan yang terbaik yang saya mampu," ucapnya.

Di sisi lain, pencetak gol terbanyak Liga 1 2019 itu mengapresiasi langkah manajemen Persija yang membuat program lelang melawan Covid-19.

DAFTAR 18 Perawat yang Gugur Saat Perangi Covid-19: Yang Terakhir dari RSPI Sulianti Saroso

Hal tersebut bisa membuat Simic membantu dan berpartisipasi dalam program khusus melawan pandemi Covid-19.

"Saat itu saya memang mencari cara lain untuk membantu."

"Dan syukurlah lelang medali itu mendapatkan hasil yang baik."

"Sehingga kita bisa memberikan sesuatu yang signifikan untuk warga Jakarta," cetus mantan pemain Melaka United tersebut.

Jakarta Sepi dan Menakutkan

Penyerang Persija Jakarta Marko Simic merasakan perbedaan suasana Ibu Kota setelah ditetapkan warganya yang positif Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) kepada masyarakatnya di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Selain aturan tersebut, masyarakat di Ibu Kota diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan sebisa mungkin menjalani kegiatan di rumah demi menekan penyebaran Covid-19.

Adanya peraturan tersebut membuat aktivitas di wilayah DKI Jakarta sedikit berkurang dan tidak mengalami kepadatan seperti sebelum-sebelumnya.

Ingar-bingar dan keramaian yang sering terjadi di wilayah DKI Jakarta lambat laun mulai berkurang.

Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic turut merasakan perbedaan suasana dan kondisi Ibu Kota sudah tidak ramai seperti sebelum-sebelumnya.

Simic memilih bertahan di Jakarta dan tidak kembali ke negara asalnya akibat pandemi Covid-19.

"Tentu sangat aneh melihat Jakarta sepi, saya bahkan sudah tidak keluar rumah hampir 20 hari sejak pertandingan melawan Bhayangkara FC," kata Simic dalam wawancara dengan Persija TV.

Pemain berkebangsaan Kroasia itu dalam beberapa kesempatan menyempatkan diri keluar rumah mengunjungi pusat perbelanjaan.

Namun, situasi di Jakarta sepi dari aktivitas dan kepadatan masyarakat umum.

"Beberapa kali saya sempat pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan dan saya melihat semua sangat sepi, sedikit menakutkan melihatnya," tambahnya.

Simic mengakui kondisi tersebut membuatnya sedih dan khawatir melihat keadaan Jakarta dan kota-kota lain di dunia tidak seramai seperti sebelumnya.

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus lebih banyak bertahan di rumah untuk menghindari penyebaran yang semakin meluas.

"Sangat menyedihkan, saat melihat keadaan di kota ini dan kota lain di dunia sesepi ini tentu sangat menyedihkan untuk saya," ucap Simic.

Lebih lanjut, penyerang berusia 32 tahun itu berharap kepada masyarakat bisa menaati setiap peraturan yang dikeluarkan pemerintah.

Pencetak gol terbanyak Liga 1 2019 itu turut mendoakan pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir dan situasi kembali normal.

"Harapan saya orang-orang tetap menaati peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Karena ini salah satu cara mengurangi penyebaran Virus Corona lebih cepat."

"Saya hanya bisa berdoa dan yakin Tuhan akan berikan jalan keluar untuk kita semua," tutup mantan pemain Melaka United tersebut. (*)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved