Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Kisah Petugas Jenazah Covid-19 Inisiatif Dokumentasikan Prosesnya untuk Keluarga yang Ditinggalkan

Cerita seorang petugas pemulasaran jenazah menuturkan saat dirinya harus mengurus jenazah Covid-19. Lalu mendokumentasikan untuk keluarga

Kolase foto BBC Indonesia/dok Sahrul Rida
Kisah petugas pulasara jenazah di RSPI Sulianti Saroso mendokumentasikan jenazah Covid-19 untuk keluarga mendiang 

Lalu setelah itu jenazah dikafani dan disalatkan. Bagi yang bukan muslim kita pakaikan pakaian sesuai dengan amanah keluarga. 

"Semua kita abadikan baik lewat foto maupun video hadphone dan akan kita kirimkan ke keluarga mendiang," tutur Sahrul.

Ini merupakan inisitif dari petugas pulasara jenazah karena setiap pasien yang meninggal karena Covid-19 maka keluarganya tidak boleh mengurus.

"Kalau dari pihak kedokteran memiliki hasil tes akurat segeralah diberitahukan kepada keluarganya atau kepada kami sehingga kita pun melakukan pemulasaran jenazah ini tidak ada rasa khawatir berlebihan," ujarnya

Kekurangan cairan, oksigen, keringat bercucuran

Sahrul bercerita tugasnya dimulai saat seorang pasien dinyatakan meninggal.

Dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Sahrul harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pemulasaran jenazah dalam empat jam, sebagaimana ditetapkan kementerian kesehatan.

pemulasaran
DOK. SAHRUL RIDHA via BBC Indonesia

Proses pemulasaran jenazah dilakukan Sahrul dengan dua orang petugas lainnya.

Hal pertama yang dilakukannya adalah memindahkan jenazah ke ruang pemulasaran untuk dimandikan atau jika tidak memungkinkan, sekadar dicipratkan air .

"Prosesnya memang makan waktu. Kami harus betul-betul teliti, betul-betul sebersih mungkin. Jangan sampai ketinggalan ini-itu, desinfektan kurang atau apa," ujar Sahrul.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved