May Day

Kisah Marsinah yang Melegenda, Disiksa dan Dibunuh 5 Algojo karena Kritis Membela Nasib Buruh

Kisah Marsinah yang melegenda. Ia disiksa dan dibunuh oleh lima algojo karena sikap kritisnya membela nasib buruh.

Sabda Perubahan
Sosok pejuang buruh, Marsinah yang tewas dibunuh dengan penyiksaan kejam dan mengakibatkan korban mengalami luka berat mematikan yang demikian jauh dari perikemanusiaan dan peradaban. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tepat hari ini 1 Mei, Hari Buruh Internasional diperingati di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tidak hanya di luar negeri, peringatan Hari Buruh Indonesia selalu identik dengan aksi atau demo turun ke jalan menyuarakan tuntutan atau pendapatnya.

Peringatan Hari Buruh tahun ini juga membuat media sosial Twitter diramaikan oleh tanda pagar (tagar) #HariBuruh. Seolah, aksi demo yang tak bisa digelar lantaran wabah covid-19, pindah ke media sosial.

Bicara soal Hari Buruh di Indonesia tak bisa dilepaskan dari sosok Marsinah.

Ia merupakan salah satu aktivis buruh yang menjadi salah satu korban di era Orde Baru.

Marsinah hilang lantaran diculik oleh sekelompok orang, hingga kemudian mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur pada 8 Mei 1993.

Update Virus Corona Jakarta hingga Jumat (1/5/2020), Total 4.283 Kasus, Tewas 393, Sembuh 427 orang

Dikutip dari Kompas.com berikut sekilas tentang sosok Marsinah :

Kelompok yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/5/2012). Pada unjuk rasa memperingati kematian buruh Marsinah tersebut, mereka menuntut pengusutan dan pengungkapan tuntas dalang kematian Marsinah.
Kelompok yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/5/2012). Pada unjuk rasa memperingati kematian buruh Marsinah tersebut, mereka menuntut pengusutan dan pengungkapan tuntas dalang kematian Marsinah. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Energik dan penuh keberanian

Dikutip dari Harian Kompas, 10 November 1993, Marsinah adalah seorang buruh wanita yang bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Perempuan yang sangat energik ini adalah sosok buruh yang progresif dan tidak ingin mengalah begitu saja kepada nasib walaupun lahir dari keluarga tak mampu.

Halaman
1234
Editor: Dwi Rizki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved