Virus Corona

Ini yang Membuat Prediksi Pandemi Corona Akan Berakhir Juni 2020 Diragukan, Keraguan Terkait Data?

Ketua gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Doni Monardo mengatakan, pandemi ini akan bisa berakhir di bulan Juni 2020

Kompas TV
Rosiana Sillahani memimpin diskusi soal prediksi pandemi corona akan berakhir bulan Juni 2020, benarkah? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Doni Monardo mengatakan, pandemi ini akan bisa berakhir di bulan Juni.

Namun keyakinan itu diragukan karena data kasus dan kematian yang selama ini dilaporkan dianggap tak sesuai dengan bukti lapangan.

Ketidakyakinan tersebut muncul dalam diskusi dengan presenter senior Rosiana Silalahi di Kompas TV, Kamis (30/4/2020) malam.

Wali Kota Surabaya Risma Temukan Fakta Baru Soal Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Terpapar Corona

Jumlah Pasien Corona Sembuh di Depok Bertambah 43 Orang, 287 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Anggota tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan soal data yang dilaporkan pemerintah setiap harinya.

Data tersebut berdasarkan konfirmasi positif laboratorium. Sesuai standar WHO, semua negara melakukan itu.

Ia mengakui kemampuan laboratirum Indonesia untuk menangani kasus corona belum canggih.

Namun semua negara memiliki kemampuan beragam, namun semuanya sebenarnya belum siap hadapi virus corona.

Gempa 5,6 SR di Sumatera Utara Ternyata Menimbulkan Kerusakan Rumah Ibadah dan Sekolah

Sementara itu Syahrizal Syarif, Pakar Epidemi UI, menyampaikan bahwa data yang belum terkonfirmasi positif corona penting untuk disampaikan.

Hal itu untuk melakukan pelacakan sehingga tahu data sesungguhnya.

Menurutnya prinsip dasar pencegahan pandemi corona sebenarnya sederhana.

Yakni memisahkan orang sehat dan orang sakit, sehingga penanganan selanjutnya lebih mudah.

Untuk itu sangat penting, jumlah rapid test, namun di sini belum massif.

UPDATE, 15 Hari Hilang dari Publik, Kim Jong Un Diyakini Masih Hidup, Punya 13 Lokasi Persembunyian

Rapid test harus dilakukan untuk mengetahui data sesungguhnya.

Ya, artinya pelacakan benar, bukan hanya yang psotof corona tapi Pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP)

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved