Penipuan
Apesnya Driver Ojol Ini, Mau Jual Motor di Tengah Pandemi Corona, Malah Motornya Raib Dibawa Kabur
Driver Ojol ini sepeda motornya raib dibawa lari oleh seseorang yang mengaku akan membeli sepeda motornya Rp 8,5 juta
WARTAKOTALIVE.COM, JAMBI -- Di tengah situasi pandemi corona, nasib nahas dialami oleh seorang driver ojek online (ojol) ini.
Awal Ul Mubaraqk (19), pengojek tersebut adalah warga Perumahan Permai Jaya, Rt 11, Desa Mekar Jaya, Sungai Gelam, Muaro Jambi.
Semula ia berniat ingin menjual sepeda motor Nmax miliknya melalui sebuah forum Facebook, dirinya malah ditipu.
• Viral Driver Ojol Naik Kuda Putih di Jalanan, Komentar Netizen: Itu Pangeran Menyamar Jadi Ojol
• VIDEO: HPK Jawa Barat Bagikan 1.000 Nasi Bungkus ke Ojol dan Sopir Angkot di Kota Bekasi
Akibatnya, sepeda motornya raib dibawa lari oleh seseorang yang mengaku akan membeli sepeda motornya Rp 8,5 juta.
UI, korban penipuan tersebut mengatakan bahwa, aksi penipuan tersebut terjadi pada hari Selasa (21/4) sekira pukul 10.00 WIB, di kawasan Lorong Langgar Al-Amanah, Rt 13, Murni, Danau Sipin, Kota Jambi.
"Ini awalnya saya mau jual atau over credit motor saya, dan itu saya posting di forum dengan harga 8,5 juta."
"Lalu, ada yang menghubungi saya, niat beli, dan itu sudah beberapa hari kami komunikasi sebelum janjian untuk bertemu lihat motor saya," kata UI, pada Kamis (23/4) sore.
• Jokowi Sudah Umumkan Larangan, Masih Ada yang Coba untuk Mudik dari Terminal Kampung Rambutan
Lebih lanjut, UI menuturkan, pelaku penipuan tersebut berjumlah 3 orang, 2 laki-laki dan satu orang perempuan.
Namun, lanjutnya, yang dari awal berkomunikasi dengan dirinya dan mengaku ingin membeli sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi BH 3934ZX miliknya yakni bernama Fiqri.
Setelah harga deal, kata UI, dirinya dan pelaku membuat janji untuk bertemu di depan Hotel Aston, yang berada di kawasan Jalan Sultan Agung, Murni, Telanaipura, Kota Jambi.
• Ini Daftar Peristiwa Paling Pertama Menyangkut Virus Corona di Berbagai Negara & Dunia
Dalam transaksi tersebut, dirinya ditemani oleh ayah kandungnya, Mukti Sulistiono.
Setelah pelaku melihat kondisi sepeda motor dan deal dengan harga yang ditawarkan korban, pelaku mengaku tertarik dan deal untuk membeli sepeda motor tersebut.
"Saya berdua sama bapak saya, setelah deal, kami diajak ke satu rumah, katanya itu rumahnya.
"Kemudian, dia bilang uang transaksinya ada di ATM dan ditransfer aja, dia minjam motor saya, dan dikasih sama dua orang kawannya untuk transfer uang itu," terang UI.
• Yuk Ikuti Cara Nabi Muhammad SAW Buka Puasa Ramadhan dengan Kurma
Setelah menunggu beberapa jam, 2 orang rekan pelaku yang ke ATM tersebut tidak kunjung pulang dan akhirnya pelaku Fiqri bersama dengan korban pergi mencari sepeda motor yang digunakan oleh rekan pelaku.