PSSB Jakarta
Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Menurun selama PSBB, Berikut Rinciannya
penurunan jumlah penumpang juga dipicu oleh kebijakan PSBB yang dilakukan Provinsi Jawa Barat pada 15 April lalu dan Provinsi Banten pada 18 April
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Badan Pengelola Transpotasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyatakan, terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum selama pandemi virus corona (Covid-19).
Penurunan sudah terjadi sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara resmi di Jakarta pada Jumat (10/4/2020) lalu.
Kepala BPTJ Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan, penurunan jumlah penumpang juga dipicu oleh kebijakan PSBB yang dilakukan Provinsi Jawa Barat pada 15 April lalu dan Provinsi Banten pada 18 April lalu.
• Kesadaran Masyarakat Masih Kurang, Ada 6 Ribu Pelanggaran PSBB Selama 6 Hari di Jakarta Pusat
Namun untuk penurunan penumpang di Jakarta sendiri, kata dia, sebetulnya sudah terjadi sejak Maret 2020 lalu.
Saat itu, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan berbagai pembatasan angkutan umum yang dikelolanya yakni bus Transjakarta, kereta Light Rail Transit (LRT) dan kereta Mass Rapid Transit (MRT).
khusus di DKI Jakarta pada bulan Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi sehingga pada bulan Maret tersebut sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum massal yang cukup berarti.
• PSBB Hari Ke-11, Penumpang Motor Tak Satu Alamat Disuruh Turun dan Lanjutkan Perjalanan Naik Angkot
“Penurunan penumpang Transjakarta sudah dimulai sejak bulan Maret yaitu sebesar rata rata 550.000 orang per hari atau turun 34,52 persen dibandingkan jumlah penumpang normal pada bulan Januari 2020,” kata Polana berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (20/4/2020).
Sementara itu, kata dia, layanan Transjakarta selama bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15 April kembali turun sekitar 83.000 orang per hari.
Padahal dalam kondisi normal pada bulan Januari 2020, jumlah penumpang Transjakarta saat itu mencapai lebih kurang 840.000 per hari.
“Penurunan penumpang juga terjadi pada layanan MRT. Pada hari-hari normal pada bulan Januari 2020 lalu, penggunanya mencapai sekitar 85.000 per hari,” ungkapnya.
Polana mengatakan, penumpang MRT pada bulan Maret sudah mengalami penurunan sebesar 47,05 persen atau sekitar 45.000 orang per hari.
Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15 April hanya berkisar 5.000 penumpang/hari, atau turun sebesar 94,11 persen dibanding Januari 2020.
Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda transportasi KRL.
Pada bulan Januari 2020 lalu, KRL setiap harinya masih melayani sebanyak kurang lebih 859.000 orang.
Pada bulan Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38 persen menjadi sekitar 598.000 orang per hari.