Selasa, 14 April 2026

Berita Video

VIDEO: Gubsu Edy Rahmayadi Ogah PSBB, Begini Cara Dia Atasi Penyebaran Covid

Menurutnya, PSBB beresiko sangat berat sehingga ia memilih strategi sendiri untuk melawan Covid-19, yaitu dengan konsep fisik dan konsep non-fisik.

Editor: Ahmad Sabran
TribunMedan/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyatakan wilayahnya belum butuh PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Hal tersebut dikatakannya usai melihat Laboratorium Pemeriksaan Sampel Swab PDP Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan, Jum'at (17/04/2020).

Menurutnya, PSBB beresiko sangat berat sehingga ia memilih strategi sendiri untuk melawan Covid-19, yaitu dengan konsep fisik dan konsep non-fisik.

Strategi fisik dilakukan dengan menyiapkan dua rumah sakit khusus Covid-19 yaitu RS GL Tobing dan RS Marta Friska Multatuli, ditambah dengan tujuh rumah sakit rujukan di daerah serta 702 Puskesmas di Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara.

Sementara strategi non fisik dilakukan dengan menyiapkan penanggulangan dampak sosial pada seluruh warga Sumatera Utara, yaitu mengalihkan penggunaan dana desa hingga refokusing dan relokasi dana APBD Provinsi Sumatera Utara.

Edy menjelaskan, di tiga bulan pertama akan disiapkan anggaran Rp. 500 Miliar. Jika belum selesai maka di tiga bulan kedua dan seterusnyaakan disiapkan lagi dengan jumlah yang sama atas persetujuan DPRD.

Video Editor: Syalutan Ilham

Gubernur DKI Jakarta memastikan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta akan diperpanjang.

Anies Baswedan menilai bahwa penanganan dan pengendalian Covid-19 tidak mungkin selesai dalam 14 hari.

Dilansir dari Kompas.com, pelaksanaan PSBB selama 14 hari seperti yang diatur dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB tidak cukup.

"Dalam kenyataannya wabah seperti ini tidak bisa selesai dalam 14 hari. Karena itu hampir pasti PSBB harus diperpanjang," kata Anies dalam rapat bersama Tim Pengawas Penanganan Covid-19 DPR, Kamis (16/4/2020).

 Terkuak Telepon Rahasia Pejabat China, Jika Kasus Corona Diumumkan lebih Awal, Ribuan Orang Selamat

 Catat! Kemensos Fokus Bansos Sembako di Jakarta, Pastikan belum ada Penyaluran Bansos Rp 600.000

 Sebut Penanganan Covid-19 di Indonesia Buruk, Pelatih Timnas Shin Tae-yong Beberkan Buktinya

 Anies Usulkan ke Luhut Agar Operasional KRL Selama PSBB Dihentikan

 Bocah 9 Tahun Ini Bawa Uang Koin Hasil Tabungannya Lalu ke Polsek Minta Disumbangkan untuk Beli APD

Ia mengatakan lebih baik pemerintah, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, berasumsi bahwa penanganan Covid-19 memakan waktu lama.

Anies mengatakan saat ini dibutuhkan kebijakan yang "berlebihan" daripada "kekurangan".

"Lebih baik kami mengansumsikan ini akan panjang. Bila ternyata pendek Alhamdulillah. Tapi bila asumsinya pendek, akan keteteran nanti," ucapnya.

"Tapi berapa lamanya, saat ini setahu saya di seluruh dunia belum ada yang bisa selesai," lanjut Anies.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved