Virus Corona

Fadli Zon Sebut Video Obrolan Luna Maya dengan drh Indro Soal Virus Corona Membahayakan Masyarakat

Selain mendapatkan kritik dari sejumlah dokter, obrolan Luna Maya dan dr Indro itu juga mendapat kecaman dari para tokoh.

Editor: Feryanto Hadi
Twiiter/@berlianidris
Video Artis Luna Maya ngobrol bersama virolog dokter hewan (drh) Indro Cahyono mengenai pandemi virus Corona 2019 atau Covid-19. 

Video berisi obrolan artis Luna Maya bersama dokter hewan Indro Cahyono berisi mengenai pandemi virus Corona 2019 atau Corona-19, dianggap membahayakan kesehata masyarakat.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Video bincang-bincang artis Luna Maya bersama seorang dokter hewan bernama Indro Cahyono mendapatkan protes dari sejumlah pihak.

Video itu dianggap menyepelekan bahaya Virus Corona atau Covid-19 yang nyatanya telah memakan banyak korban.

Video yang diunggah pada 12 April 2020 itu dinilai menyepelekan virus Corona atau COVID-19.

Selain  mendapatkan kritik dari sejumlah dokter, obrolan itu juga mendapat kecaman dari para tokoh.

drh indro Cahyono dianggap telah berbicara melampaui kewenangannya sebagai dokter hewan.

UPDATE Terbaru, 2.819 Positif Corona dan Meninggal Dunia 248 Orang di Jakarta

Hasil Temuan NASA, Kualitas Udara Bumi Meningkat Drastis Selama Pandemi Covid-19

Kisah Keluarga di Ciledug Urunan Sewa Ambulans Rp15 Juta Urus Jenazah Covid-19, Harusnya Bisa Gratis

Salah atu kritik dari politikus Fadli Zon.

Fadli menganggap, statemen dari drg Indro bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang salah dalam memahami Virus Corona akibat statemennya.

"Sebaiknya dokter hewan mengurusi keahliannya. Jangan misleading yg membahayakan kesehatan masyarakat bicara yg bukan bidangnya. Sdh terlalu banyak contoh berbulan2 ini. Salah dokter ya salah diagnosa, salah resep, salah obat," tulis Fadli Zon di akun Twitter pribadinya, dikutip Warta Kota pada Jumat (17/4/2020)

Dibantah dokter sepesialis 

Seorang dokter spesialis jantung, Berlian Idriansyah Idris turut membantah pernyataan Indro Cahyono yang menyebut Covid-19 tidak ganas dan tidak mematikan.

Melalui akun twitternya, dr Berlian mengatakan video Luna Maya dan drh Indro Cahyono yang menyebut Covid-19 tidak berbaya, berpotensi membuat masyarakat meremehkan corona.

Akhirnya China Jujur, Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Sebenarnya Lebih Besar Dari yang Dilaporkan

PSBB di Banten Dimulai Sabtu Pekan Ini, Aturan Ketat Ditetapkan, Keluar Rumah Wajib Pakai Masker

Sedihnya Ivan Gunawan, Di Tengah Kesulitan Ekonomi Akibat Pandemi Corona, Hasil Kerjanya Tak Dibayar

“Dear @LunaMaya26 & drh. Moh Indro Cahyono, penjelasan video ini salah & berpotensi membuat masyarakat meremehkan risiko tertular virus SARS-COV-2 yang menyebabkan COVID-19,” cuit dr Berlian, Kamis (16/4/2020).

Berlian mengatakan, dia merasa perlu meluruskan pernyataan drh Indro Cahyono karena menimbulkan polemik dan banyak warga yang bertanya

Ia kemudian mengklarifikasi satu per-satu penjelasan dokter Indro melalui kulwitnya. 

1. Dari sebagian besar yang meninggal, belum pernah ada satupun yang meninggal hanya karena Covid.

Penjelasan dr Berlian: Seperti namanya, severe acute respiratory syndrome, virus ini menyebabkan gangguan pernapasan akut berat akibat kerusakan pada paru, yg membuat gagal napas, bahkan kematian.

2. Kita sebaiknya tidak menghubungkan covid ini dengan kematian.

BREAKING NEWS:Terbongkar Lab Virus Wuhan Masih Simpan 1500 Virus Mematikan,Diungkap Peneliti Senior

Penjelasan dr Berlian: Penjelasan poin 1, COVID-19 ini menyebabkan kematian. Kalau tidak berhubungan dgn kematian, untuk apa dihitung jumlah korban yg meninggal?Hari ini saja sdh ada total 496 orang yg meninggal di Indonesia.

3. Kalau saya kena, mungkin demam, pilek, batuk, agak-agak sesak napas selama seminggu

Penjelasan dr Berlian: Ini spt meremehkan spektrum gejala yg mgkn dialami, dari tdk bergejala sampai gagal napas. Mereka yg sembuh banyak yg melaporkan sesak yg menyiksa, dgn kemungkinan kerusakan paru permanen

Diisolasi 22 Hari Karena Covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya Mengaku Sempat Menderita

Kini Sembuh dari Covid-19, Andrea Dian Blak-blakan Kisahkan Kronologi Dirinya Tertular Virus Corona

Terjangkit Virus Corona dalam Keadaan Bugar, Bima Arya Ingatkan Warga: Virus Corona Tak Pandang Bulu

4. Tapi sesudah antibodi kita keluar, maka kita akan kebal

Penjelasan dr Berlian: Terbentuknya antibodi tdk menjamin kekebalan mutlak dari re-infeksi, ada yg dilaporkan kembali positif. Selain itu, makin banyak pasien sehat berusia muda yg meninggal karena reaksi sistem imun yg berlebihan.

5. Dua minggu pasca infeksi antibodi paling tinggi, sehingga sebagian besar orang mengalami kesembuhan.

Penjelasan dr Berlian: Bila memang sebagian besar sembuh, kenapa hari ini, 16/4, dilaporkan angka kesembuhan ‘hanya’ 9.9 persen dari keseluruhan kasus terkonfirmasi?

6. Jadi kalau Covid ini membuat sakit, iya, tapi tak seganas atau tidak membunuh seperti yang ada di media.

Penjelasan dr Berlian: Ini jelas salah (lihat poin 1& 2) & sangat berpotensi membuat masyarakat abai. Kalaupun tidak meninggal, terjangkit COVID-19 menyakitkan. Kalau tdk berbahaya, kenapa ada PSBB?

7. Hidup kita bukan angka, tidak ditentukan dengan statistik.

Penjelasan dr Berlian: Betul, karena itu satu nyawapun sangat berharga, kita harus cegah agar tidak tertular. Sakit COVID-19 itu tidak enak, apalagi kalau sampai meninggal.

8. Luna menguatkan lagi bahwa yang meninggal adalah karena komplikasi, bukan karena virus corona sendiri, yang diaminkan oleh drh Indro.

Penjelasan dr Berlian: Atas dasar itu Luna menyimpulkan agar kita jgn panik. Betul kita tak boleh panik, tapi juga tdk boleh abai. Dan jangan atas dasar yg salah.

Videonya viral

Dalam video berdurasi 2 menit 35 detik yang diunggah "account fanbase @lunamaya" di Instagram itu, Indro mengatakan dari sekian banyak korban meninggal karena COVID-19--per 16 April kemarin jumlahnya sudah mencapai 496--"belum pernah ada satu pun yang meninggal hanya karena Covid."

Kemudian Luna menimpali, "jadi belum ada, ya."

Indro mengatakan korban meninggal biasanya karena ada komplikasi penyakit seperti jantung dan stroke.

"Jangan menghubungkan COVID-19 ini dengan kematian. Kalau ia sakit, iya."

Luna Maya
Luna Maya (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Orang yang terinfeksi akan mengalami batuk, flu, dan agak sesak napas selama sepekan, kata Indro.

Dentuman Disebut Akibat Badai Petir di Gunung Salak,Simak Sejarah Erupsi Gunung yang Masih Aktif itu

TERKUAK, Misteri Dua Jenazah Tanpa Busana di Solo Bukan Masalah Asmara, Keduanya Diberi Racun Tikus

UPDATE, Keterangan Pihak Rumah Sakit Tanggapi Keluarga Jenazah Covid-19 Sewa Ambulans Rp15 Juta

Kemudian pekan berikutnya pasien bisa sembuh setelah antibodi untuk melawan virus diproduksi tubuh.

Indro lantas menegaskan bahwa Covid ini membuat sakit,

"(Tapi) tidak seganas atau membunuh seperti yang ada di media," imbuhnya

Luna Maya kembali menimpali. Ia menegaskan bahwa korban meninggal bukan hanya karena COVID-19, tapi karena penyakit penyerta.

"Jadi jangan panik. Jangan lantas bingung takut dan curiga kepada semua orang," katanya.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved