Anarko Sindikalis
Ramai Ditanyakan, Kenapa Buku Kumcer Eka Kurniawan Jadi Barang Bukti Polisi dalam Kasus Anarko?
Buku tersebut merupakan kumpulan cerpen karya Eka Kurniawan, terbitan Gramedia Pustaka Utama
"Dengan spidol yang ada di dalam tasnya, ia memulai dengan tulisan pertama 'Reformasi gagal total, Kawan! Mari tuntaskan revolusi demokratik!'"
Lama berselang, satu dua tiga dan seluruh pengunjung lain ikut memberi suara.
Mereka mulai mengisi bagian-bagian kosong dengan tanggapan atas tulisan pertama, bahkan sampai ngalor ngidul ke arah percakapan soal janji temu, candaan konyol, dan masih banyak tulisan lain.
Goresan itu dibuat dari berbagai ujung pena, spidol, lipstik, bahkan bara puntung rokok, darah, dan apa pun bahan yang dapat digunakan untuk menulis.
Bagi mereka yang masuk ke dalam bilik toilet tersebut, rasanya sangat perlu untuk menuliskan barang satu dua kata di tembok dan di balik pintu yang kini sudah penuh dengan coretan
"Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Eka dalam cerpen ini sangat sederhana, hanya tentang kegiatan di balik bilik toilet saja. Akan tetapi, dengan membaca ini tentu kita jadi mengerti bahwa semua coretan itu, menjadi catatan tersendiri, catatan tentang kehidupan yang diabadikan melalui tulisan," demikian kesimpulan Hanung W L.
Catatan tersebut dibuat Eka sekitar tahun 1999 sampai tahun 2000.
• Bikin Haru, Kenangan Terakhir Glenn Fredly Bersama Sang Ayah, 20 Kali Nyanyikan The Lords Player
• Sedih Lihat Penolakan Pemakaman Tenaga Medis Karena Corona, Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan
Penangkapan kelompok Anarko
Lima orang pelaku vandalisme di Tangerang diketahui adalah kelompok Anarko atau Anarko Sindikalis yang memiliki paham atau ideologi anarkisme sindikalis serta anti kemapananan.
Kelimanya dibekuk Aparat Satreskrim Polres Metro Tangerang bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (10/4/2020) dan Sabtu (11/4/2020) dinihari.
Mereka adalah MRR (21) alias Rizki Riyanto, AAM (18) alias Aflah, RIAP (18) alias Rio, RJ (19) alias Riski dan RH.
• Satu Pasien PDP Corona Klaster Ijtima Ulama Mengamuk, Dobrak Pintu Ruang Isolasi
• Kelompok Anarko Sindikalis Punya Jaringan Besar, Rencanakan Aksi Vandalisme Serentak pada 18 April
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan dari hasil penyelidikan diketahui bahwa mereka dengan kelompok Anarkonya berencana melakukan aksi vandalisme serentak di Indonesia terutama kota besar pada 18 April 2020 mendatang.
"Mereka ini diketahui merencanakan aksi vandalisme serentak di Indonesia, mulai dari kota besar di Pulau Jawa sampai Kalimantan," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020).
Rencana itu kata Nana berhasil diketahui dari pemeriksaan Handphone mereka lewat komunikasi melalui grup WhatsApp dan Telegram kepada jaringan kelompoknya.
"Jaringan mereka ini atau kelompok Anarko ini tersebar di Jakarta Bandung, Yogyakarta bahkan hingga Kalimantan dan kota besar lainnya," kata Nana.
• Sebut 2020 Simpan Banyak Misteri, Paranormal Mbah Mijan: Ya Allah Hamba Pasrah dengan Kehendak-Mu
• SBY Turun Gunung Kritik Pasal Penghinaan Presiden, Musni Umar: Ada Masalah Besar di Bangsa Ini