Virus Corona Jabodetabek

4 Proyek Ini yang Masih Berjalan Meski Jakarta Menerapkan PSBB Demi Cegah Wabah Virus Corona

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, empat proyek strategis daerah terus berlanjut meski PSBB

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Dok PPID DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat memberikan pernyataan waktu penerapan PSBB, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020). Empat proyek strategis masih berjalan meski ada proyek PSBB 

Meski DKI Jakarta bakal menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat wabah virus corona (Covid-19) pada Jumat (10/4/2020) mendatang.

Namun proyek konstruksi yang ada di Ibu Kota Jakarta terus berjalan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, empat proyek strategis daerah terus berlanjut.

Selama 14 Hari PSBB Jakarta Anies Baswedan Tak Larang Kendaraan Pribadi Melintas di Jalan Raya

Mulai Jumat 10 April PSBB Jakarta Selama 14 Hari Pasar, Apotek dan Supermarket Tetap Buka

Di antaranya jembatan layang (flyover/FO) Cakung Jakarta Timur, FO Tanjung Barat dan FO Lenteng Agung - IISIP Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho saat ditemui dalam acara peresmian Halte Integrasi Tosari, Jumat (1/11/2019).
Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho

Sementara satu proyek lagi underpass (jalan bawah tanah) Senen Extension, Jakarta Pusat.

“Sampai sekarang proyek tersebut berjalan dengan mengepankan protokol konstruksi dari Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait pencegahan Covid-19,” kata Hari saat dihubungi pada Rabu (8/4/2020).

Mira Mengaku Mencuri Setelah Dipukuli 6 Pria Kekar, Lalu Disiram Bensin dan Ditakuti Pakai Korek Api

Hari mengatakan, pihaknya juga mengeluarkan Surat Edaran bernomor 14/SE/2020 tentang Protokol Pencegahan Covid-19 pada 23 Maret 2020 lalu.

Surat ini dikeluarkan untuk menindaklanjuti protokol pencegahan Covid-19 di proyek konstruksi.

Menurutnya, protokol tersebut diberlakukan pada proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, khususnya pada kegiatan di Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina marga DKI.

Sebab keberadaannya langsung berhubungan dengan keselamatan konstruksi, di antaranya keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan publik dan keselamatan lingkungan dalam setiap tahapan penyelenggaraan konstruksi.

Ini Strategi Wali Kota Airin Putus Rantai Covid-19 dari Hulu ke Hilir

“Dalam pelaksanaan protokol harus dibentuk Satuan Sugas (satgas) Pencegahan Covid-19 pada masing-masing pekerjaan dan penyediaan fasilitas kesehatan di lapangan,” ujarnya.

Terkait pembentukan Satgas Pencegahan Covid-19 yang beranggotakan Direksi Pekerjaan, Konsultan Pengawasan/Konsultan Manajemen Konstruksi dan Penyedia Jasa Konstruksi, akan ditetapkan lebih lanjut dengan Surat Tugas dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Jalan dan Jembatan.

“Sampai sekarang proyek masih terus berjalan, bahkan melampaui rencana. Berdasarkan rencana sampai 4 April 2020 progres sudah mencapai 28,0763 persen, sementara realisasi di lapangan sudah 36,8576 persen,” jelasnya.

RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Rawat 381 Pasien Positif Covid-19, 150 PDP, dan 59 ODP

Untuk rinciannya, realisasi proyek FO Tanjung Barat telah mencapai 35,06 persen; FO Cakung realisasi proyek mencapai 36,21 persen; FO Lenteng Agung realisasinya sudah 47,15 persen dan underpass Senen Extension sudah 29,00 persen.

Adapun untuk anggaran keseluruhan proyek yang dibangun dari September 2019 dan ditargetkan Desember 2020 senilai Rp 736 miliar dengan skema multiyears atau tahun jamak.

Untuk proyek FO Tanjung Barat menelan biaya sekitar Rp 163 miliar, FO Cakung Rp 261 miliar, FO Lenteng Agung - IISIP Rp 143 miliar dan underpass Senen Extension Rp 169 miliar. Bila ditotal dana yang dibutuhkan itu sekitar Rp 736 miliar. (faf)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved