Selasa, 5 Mei 2026

Kesehatan

Kanker Prostat Sering Mengintai Pria, Perlu Diwaspadai Salah Satu Gejala Sering Kencing

Shelomita mengatakan bahwa ayahnya memiliki kanker prostat sejak 2017. Kanker ini banyak dialami kaum pria, kenali gejalanya

Tayang:
Kolase foto instagram @shelomita/net
Ayah Shelomita meninggal karena kanker prostat, kenali gejalanya 

Namun, apabila mutasi DNA terjadi, sel-sel tersebut berkembang biak dan tumbuh secara tidak terkendali.

Jika hal tersebut dibiarkan, sel-sel yang mengalami kerusakan ini akan menumpuk dan menyebabkan jaringan tumor berkembang.

Beberapa sel tersebut juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya. Proses penyebaran ini disebut dengan metastasis.

Mutasi genetik dapat terjadi dengan cara diturunkan dari anggota keluarga (inherited). Kondisi ini ditemukan pada sebanyak 5 hingga 10 persen kasus kanker prostat.

Namun, beberapa penderita kanker kemungkinan baru mengembangkan sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan kondisi bawaan lahir. Kondisi ini disebut juga sebagai acquired gene mutations.

Hingga saat ini, belum ditemukan apa penyebab pasti dari berkembangnya sel kanker pada prostat. Namun, para ahli telah mengetahui apa saja faktor-faktor risikonya, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan sel prostat berkembang menjadi sel kanker.

Kanker prostat tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal.

Namun ketika kanker makin membesar atau kelenjar prostat mengalami peradangan, penderita akan merasakan gejala berupa gangguan buang air kecil.

Skrining kanker prostat dalam bentuk tes PSA dan colok dubur masih menjadi hal yang kontroversial, karena tes ini tidak dapat memberikan hasil yang spesifik.

Hasil tes yang tidak akurat dapat membuat pasien menjalani pemeriksaan dan penanganan yang sebenarnya tidak perlu dan justru membahayakan.

Oleh karena itu, diskusikanlah dahulu dengan dokter mengenai perlu tidaknya Anda melakukan skrining kanker prostat melalui tes PSA.

Untuk mendeteksi dan mengetahui stadium kanker prostat, dokter akan melakukan pemeriksaan USG prostat, MRI, dan biopsi prostat.

Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, dan krioterapi.

Sumber: HelloSehat.com

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved