Kesehatan
Kanker Prostat Sering Mengintai Pria, Perlu Diwaspadai Salah Satu Gejala Sering Kencing
Shelomita mengatakan bahwa ayahnya memiliki kanker prostat sejak 2017. Kanker ini banyak dialami kaum pria, kenali gejalanya
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM -- Penyanyi Shelomita membeberkan riwayat sakit almarhum ayahandanya, Didi Hadju, yang meninggal dunia, Senin (6/4/2020).
Seusai pemakaman Didi Hadju di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Shelomita mengatakan bahwa ayahnya memiliki kanker prostat sejak 2017.
"Jadi Papa dari 2017 sudah ada kanker prostat, waktu itu stadiumnya masih 1 C, jadi kita juga tenang lah masih nggak apa apa ,dia juga masih oke," kata Shelomita di TPU Tanah Kusir, Senin (6/4/2020).
"Dan kita ada pengobatan tiga bulan sekali disuntik," katanya.
Namun, pada tahun 2019 sang ayah sempat 'terjatuh', setelah itu kondisinya memburuk.
• Sebelum Meninggal Dunia, Ayahanda Shelomita Menderita Kanker Prostat Sejak 2017
Kanker prostat adalah kanker pada pria yang berkembang di dalam kelenjar prostat, dan umumnya ditandai dengan gangguan buang air kecil.
Sebagian besar penderita kanker prostat berusia di atas 65 tahun.
Kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan.
Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih.
Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi dan posisinya mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis.
Prostat juga berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi.
• UPDATE: Presiden Jokowi Jelaskan Sebelum Meninggal, Ibunya Derita Kanker Empat Tahun Terakhir
Menurut data WHO, kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling sering dialami oleh pria.
Diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat.
Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan ke-2 sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita pada pria.
Penyebab kanker prostat adalah mutasi atau perubahan genetik pada sel-sel di kelenjar prostat.
Namun, penyebab mutasi itu sendiri belum diketahui secara pasti.
Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker prostat?
Tanda-tanda dan gejala kanker prostat umumnya tidak akan muncul pada saat stadium awal. Sel kanker biasanya muncul di bagian terluar kelenjar prostat.
Jadi, seringkali gejala baru muncul apabila sel kanker telah berkembang lebih besar dan menekan saluran kencing atau uretra.
Beberapa gejala yang biasanya muncul ketika kanker telah memasuki stadium yang lebih tinggi adalah:
- Lebih sering buang air kecil
- Terbangun di malam hari untuk kencing (nokturia)
- Kesulitan untuk buang air kecil
- Buang air kecil terasa tidak tuntas, butuh waktu keluar lebih lama, atau masih tersisa
- Urine bocor, biasanya terjadi setelah selesai kencing
- Darah atau sperma muncul di urine
- Masalah pada ereksi
Selain itu, apabila kanker telah menyebar ke organ lainnya seperti tulang (panggul, iga, atau tulang belakang) dan ginjal, pasien akan sering merasakan sakit di punggung bawah dan panggul. Tulang pun akan menjadi lebih rapuh dan mudah patah.
Kanker prostat juga dapat menyebar ke otak, sehingga menyebabkan kejang, bingung, sakit kepala, depresi, atau gejala neurologi lainnya.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Tubuh masing-masing penderita menunjukkan gejala dan tanda-tanda yang bervariasi.
Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dan tepat dengan stadium kanker yang Anda derita, pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter.
Pada dasarnya, kanker prostat berawal dari perubahan atau mutasi DNA di sel prostat yang sehat. DNA adalah zat kimia yang terdapat di sel-sel dan menentukan gen manusia.
Gen berfungsi untuk mengatur bagaimana fungsi dan kerja sel-sel di dalam tubuh.
Sel-sel yang sehat seharusnya tumbuh dan membelah diri dalam jumlah yang wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan sel-sel baru.
Namun, apabila mutasi DNA terjadi, sel-sel tersebut berkembang biak dan tumbuh secara tidak terkendali.
Jika hal tersebut dibiarkan, sel-sel yang mengalami kerusakan ini akan menumpuk dan menyebabkan jaringan tumor berkembang.
Beberapa sel tersebut juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya. Proses penyebaran ini disebut dengan metastasis.
Mutasi genetik dapat terjadi dengan cara diturunkan dari anggota keluarga (inherited). Kondisi ini ditemukan pada sebanyak 5 hingga 10 persen kasus kanker prostat.
Namun, beberapa penderita kanker kemungkinan baru mengembangkan sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan kondisi bawaan lahir. Kondisi ini disebut juga sebagai acquired gene mutations.
Hingga saat ini, belum ditemukan apa penyebab pasti dari berkembangnya sel kanker pada prostat. Namun, para ahli telah mengetahui apa saja faktor-faktor risikonya, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan sel prostat berkembang menjadi sel kanker.
Kanker prostat tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal.
Namun ketika kanker makin membesar atau kelenjar prostat mengalami peradangan, penderita akan merasakan gejala berupa gangguan buang air kecil.
Skrining kanker prostat dalam bentuk tes PSA dan colok dubur masih menjadi hal yang kontroversial, karena tes ini tidak dapat memberikan hasil yang spesifik.
Hasil tes yang tidak akurat dapat membuat pasien menjalani pemeriksaan dan penanganan yang sebenarnya tidak perlu dan justru membahayakan.
Oleh karena itu, diskusikanlah dahulu dengan dokter mengenai perlu tidaknya Anda melakukan skrining kanker prostat melalui tes PSA.
Untuk mendeteksi dan mengetahui stadium kanker prostat, dokter akan melakukan pemeriksaan USG prostat, MRI, dan biopsi prostat.
Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan.
Metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, dan krioterapi.
Sumber: HelloSehat.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ayah-shelomita-meninggal-karena-kanker-prostat.jpg)