Virus Corona Jabodetabek
Banyak Warga Tutup Akses Masuk Lingkungan Perumahan, Polisi Bilang Itu Inovasi RT dan RW
Belakangan ini mulai banyak masyarakat yang membatasi dan menutup akses jalan, dari dan ke lingkungan perumahan atau permukiman wilayah mereka.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTAKOTALIVE, SEMANGGI - Belakangan ini mulai banyak masyarakat yang membatasi dan menutup akses jalan, dari dan ke lingkungan perumahan atau permukiman wilayah mereka.
Hal itu dilakukan masyarakat untuk menghindari agar warga di wilayah mereka tidak terpapar Virus Corona dari orang asing atau dari luar lingkungan.
Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sampai saat ini apa yang dilakukan banyak warga itu tidak masalah.
• DAFTAR Negara Aman dari Covid-19, Salah Satunya Korea Utara
Bahkan, ia anggap inovasi warga untuk melindungi wilayahnya dari paparan Covid-19.
"Itu inovasi yang dilakukan oleh masing-masing RT atau RW, secara lokal saja."
"Jadi cuma mengisolasi sesaat saja untuk lokasi secara mandiri."
• UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia: 1.790 Orang Terinfeksi, 112 Pasien Sembuh, 170 Meninggal
"Tujuannya untuk mencegah warga lain yang masuk ke dalam situ bisa bawa virus kepada warga di sana," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/4/2020).
Apa yang dilakukan banyak warga dengan membatasi akses masuk ke wilayahnya, kata Yusri, bukanlah sebuah karantina wilayah.
"Jadi inovasi ini, bukan berarti karantina dan warga tidak bisa keluar."
• Bukan Cuma Jakarta, Anies Baswedan Ternyata Usul Karantina Wilayah untuk Jabodetabek, Ditolak Istana
"Tetap mereka atau warga bisa keluar masuk pada saat dibutuhkan. Misal mau beli sembako ya mereka akan keluar," jelas Yusri.
Menurut Yusri, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
"PSBB ini sudah digaungkan sesuai instruksi Pak Presiden RI. Indonesia cuma mengenal PSBB, tidak kenal karantina wilayah," kata Yusri.
• RSUP Persahabatan Sudah Pulangkan 22 Pasien Covid-19 yang Sembuh, 16 Meninggal
Karenanya, kata dia, beberapa inovasi yang dilakukan warga di tingkat RT, RW atau perumahan dengan membatasi akses masuk, bukanlah sebagai karantina.
"Ini karena memang masyarakat merasa peduli untuk menjaga warganya sendiri."
"Supaya jangan sampai ada warga lain tak dikenal masuk ke dalam lingkungannya, yang berpotensi menularkan virus ke warga di sana," terang Yusri.
• Anies Baswedan Bilang Jakarta Sudah Dua Pekan Lebih Duluan Lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar