Virus Corona Jabodetabek
Anies Baswedan Lapor Sedang Ngebut Bangun Laboratorium, Maruf Amin: Tetap Semangat Pak Gubernur
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penanganan Covid-19 harus dilakukan secara kesatuan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penanganan Covid-19 harus dilakukan secara kesatuan.
Soalnya, wilayah Jabodetabek menjadi wilayah epicenter kasus Covid-19 tertinggi di Tanah Air.
Bila tidak ada penanganan yang terintegrasi, Anies Baswedan memprediksi penanganan dan penanggulangan Covid-19 secara terstruktur di Jabodetabek bakal semakin sulit.
• DAFTAR Negara Aman dari Covid-19, Salah Satunya Korea Utara
Sistem teintegrasi juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
“Di PP itu mengatur (usulan PSBB) di dalam provinsi dan kewenangan yang mengatur provinsi ada di pemerintah pusat."
"Ini yang perlu adanya terobosan, supaya dapat mengelola kebijakan ini lebih baik,” kata Anies Baswedan saat rapat kerja dengan Wapres Maruf Amin melalui teleconference, Kamis (2/4/2020).
• UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia: 1.790 Orang Terinfeksi, 112 Pasien Sembuh, 170 Meninggal
Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan juga mengaku khawatir mengenai pergerakan orang dari Jakarta ke luar daerah maupun sebaliknya.
Mereka berpotensi menjadi penular (carrier) Covid-19 kepada kerabatnya yang ada di daerah, sehingga kasus penyebaran virus semakin meluas.
Karena itulah, Anies Baswedan melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengeluarkan surat penghentian sementara layanan bus AKAP, AJAP dan Pariwisata di seluruh terminal, Senin (30/3/2020).
• Bukan Cuma Jakarta, Anies Baswedan Ternyata Usul Karantina Wilayah untuk Jabodetabek, Ditolak Istana
“Potensi penyebaran virus sangat tinggi, sehingga perlu perhatian pemerintah pusat, Pak,” ujar Anies Baswedan.
Hingga kini, DKI terus melakukan tes cepat atau rapid test Virus Corona bagi warganya yang berkategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.
Mereka diperiksa karena berpotensi tinggi tertular virus mematikan tersebut.
• RSUP Persahabatan Sudah Pulangkan 22 Pasien Covid-19 yang Sembuh, 16 Meninggal
Namun, mekanisme pengujian juga harus ditingkatkan melalui swab test dengan cara mengambil sampel air liur dan hidung seseorang.
“Ini yang perlu kita tingkatkan, karena keakurasiannya tinggi."
"Kami di Jakarta sendiri sedang membuat laboratorium secara cepat."
• Anies Baswedan Bilang Jakarta Sudah Dua Pekan Lebih Duluan Lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar