Virus Corona Jabodetabek

POLISI Ciduk 4 Penyebar Hoaks terkait Corona, Sebut Tak Ada Motif Ekonomi di Baliknya

Polda Metro Jaya dan jajaran berhasil membekuk empat pelaku penyebar hoaks terkait Virus Corona atau Covid-19.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Konpers Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta ungkap dan bekuk 4 pelaku penyebar hoaks dalam 4 kasus berbeda, terkait penyebaran virus corona di Mapolda Metro, Senin (30/3/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polda Metro Jaya dan jajaran berhasil membekuk empat pelaku penyebar hoaks terkait Virus Corona atau Covid-19.

Namun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan, dari hasil penyelidikan dipastikan tidak ada motif ekonomi di balik yang dilakukan para penyebar hoaks itu.

"Empat pelaku penyebar hoaks dalam 4 kasus berbeda ini, motifnya diketahui iseng saja. Tapi dampaknya sangat meresahkan masyarakat," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/3/2020).

Konpers Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta ungkap dan bekuk 4 pelaku penyebar hoaks dalam 4 kasus berbeda, terkait penyebaran virus corona di Mapolda Metro, Senin (30/3/2020)
Konpers Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta ungkap dan bekuk 4 pelaku penyebar hoaks dalam 4 kasus berbeda, terkait penyebaran virus corona di Mapolda Metro, Senin (30/3/2020) (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Karenanya ia mengimbau warga agar bijak dalam menyebar informasi terkait Covid 19 karena dampaknya dapat meresahkan masyarakat banyak.

Sebelumya Yusri menjelaskan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta berhasil membekuk 4 pelaku penyebar hoaks dalam 4 kasus berbeda, terkait penyebaran Virus Corona.

Empat pelaku yang dibekuk adalah AOI, A (perempuan), RAF dan Hetriyadi (45).

Menurut Yusri keempat tersangka terbukti menyebarkan informasi yang menyesatkan terkait penyebaran Virus Corona dan seputarnya ke media sosial dalam empat kasus berbeda.

Karena perbuatannya menyebarkan informasi hoaks hingga viral, kata Yusri, mengakibatkan masyarakat resah.

"Di saat kita masyarakat Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, ada manusia-manusia yang tidak punya perasaan menyebar informasi yang semakin meresahkan masyarakat," kata Yusri dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/3/3020).

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved