Cegah Terorisme dan Radikalisme, TPDI Minta Polisi Ungkap Tuntas Kasus Temuan Bahan Peledak di NTT

Cegah Terorisme dan Radikalisme, Koordinator TPDI Petrus Selestinus Minta Polisi Ungkap Tuntas Kasus Temuan Bahan Peledak di NTT.

istimewa
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus 

Tidak hanya itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Azman Tanjung katanya harus menonaktifkan oknum jaksa dari seluruh jabatan fungsional dan struktural yang melekat padanya.

"Rencana Kajari Sikka Azman Tanjung untuk pindahkan Akbar Bahruddin dari Sikka adalah langkah keliru, tidak mendidik bahkan secara berlebihan melindungi anak buah," tegasnya.

Begitu juga kasus bahan peledak yang sudah dibuat Penyerahan dari Danlanal Sikka kepada Polres Sikka pada tanggal 12 Desember 2019 yang lalu.

Dipaparkannya terdapat dua orang pelaku yang ditangkap, yakni Iksan alias Lacika dan Lambula.

Selain itu, pihak Kepolisian berhasil menyita barang bukti sebanyak 10 karung pupuk bahan peledak.

"Semuanya diserahkan penanganannya kepada Polres Sikka, tetapi hingga saat ini tidak jelas penanganannya," imbuhnya.

Oleh karena itu dalam kasus yang diduga menggelapkan barang bukti bahan peledak itu, Petrus mendesak agar kasus dapat diusut tuntas.

Tindakan penggelapan barang bukti bahan peledak, katanya tidak hanya persoalan korupsi atau penggelapan dalam jabatan, tetapi juga menyangkut aspek radikalisme.

"Setidak-tidaknya patut menduga bahwa bahan peledak itu bisa saja jatuh ketangan kelompok radikal dan dimanfaatkan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Sikka dan Flores Timur," ungkap Petrus.

"Apalagi April 2020 Pekan Suci Paskah dan Semana Santa," tutupnya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved