Cegah Terorisme dan Radikalisme, TPDI Minta Polisi Ungkap Tuntas Kasus Temuan Bahan Peledak di NTT

Cegah Terorisme dan Radikalisme, Koordinator TPDI Petrus Selestinus Minta Polisi Ungkap Tuntas Kasus Temuan Bahan Peledak di NTT.

istimewa
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus 

WARTAKOTALIVE.CO, JAKARTA - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengaku salut dengan aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan TNI Angkatan Laut terhadap para pelaku kejahatan bahan peledak.

Namun sayang, Petrus menyebut kasus tersebut tidak lagi berjalan ketika masuk dalam tahap penyidikan dan penuntutan.

Padahal Lanjutnya, bahan peledak yang marak beredar itu dikhawatirkan dirakit untuk tujuan lain, khususnya terkait radikalisme dan terorisme di wilayah NTT.

"Semangat aparat dalam menumpas gerakan kelompok radikal sangat bagus, tetapi Polres dan Kejaksaan tidak merespons secara progresif dalam proses hukum lebih lanjut," kata Petrus dalam siaran tertulisnya pada Senin (30/3/2020).

Pernyataannya tersebut merujuk sejumlah kasus penangkapan pelaku terkait peredaran bahan peledak beberapa waktu lalu. 

Seperti kasus penangkapan dua orang perempuan bernama Anisa dan Tia yang tertangkap tangan membawa enam karung pupuk cap Matahari tanggal 13 Maret 2020 lalu.

Kasus tersebut diungkapkan Petrus diduga menyeret Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kejari Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT) Akbar Baharuddin.

Alasannya karena oknum jaksa itu diduga menjual enam karung bahan peledak yang dijadikan barang bukti dalam kasus tersebut.

"Namun tidak ada penindakan hingga saat ini, malah ada hembusan kabar pemindahan Akbar Baharuddin ke tempat lain tanpa proses hukum," ungkap Petrus.

"Padahal mestinya Akbar ditangkap dan ditahan, karena diduga terlibat kejahatan berat senjata api dan korupsi penggelapan barang bukti," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved