Virus Corona Jabodetabek

Takut Jakarta Lockdown Jadi Alasan Pemudik Pulang Kampung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghimbau kepada para pendatang agar tidak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman ditengah pandemi covid-19 in

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2020), nampak sepi akibat dampak Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR REBO - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghimbau kepada para pendatang agar tidak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di tengah pandemi covid-19 ini.

Hal ini bertujuan agar warga yang pulang kampung itu tidak menyebarkan virus ke keluarga yang ada di kampung halaman, tentunya hal ini akan menambah jumlah orang yang terdampak.

Meski begitu, masih saja ada beberapa pemudik yang tetap melakukan perjalanan ke kampung halamannya, salah satunya di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Pantauan Wartakotalive.com meski nampak lebih sepi dibandingkan hari biasanya, masih terlihat beberapa bus-bus AKAP yang mengangkut penumpang ke sejumlah tujuan, bahkan masih ada calon penumpang yang membeli tiket.

Selain itu, dibeberapa ruang tunggu juga masih terlihat beberapa calon penumpang menunggu bus yang akan mereka naiki, beberapa bus juga masih terlihat terparkir sesuai rute dan tujuannya.

 Amerika Kewalahan Hadapi Virus Corona, Donald Trump Setujui 2,2 Dollar Triliun untuk Atasi Wabah

 BREAKING NEWS: BILL Gates Usul Lockdown di Amerika Serikat 6 Minggu untuk Tekan Virus Corona

 Menyusuri Jalan Cinta Bung Hatta dalam Ikatan Sumpah Tak Menikah Sebelum Indonesia Merdeka

 Surat Edaran Libur Sekolah di Kota Bekasi Diperpanjang Tersebar, Disdik Sebut Masih Pembahasan

Salah satu calon penumpang Riki (27) mengatakan, ia memilih untuk pulang kampung karena khawatir jika Jakarta akan lockdown, sehingga menyulitkan dirinya untuk beraktifitas.

"Ya sebenarnya takut lockdown juga. Sama emang sekarang kan di Jakarta lagi sepi ya, saya sendiri dagang aja sepi, semenjak sekolah libur, ya jadi mending pulang kampung," kata Riki di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (29/3/2020).

Pria yang keseharianya berjualan telur gulung di sekolah ini merasa tak mendapatkan untung setelah beberapa minggu berjualan di pinggir jalan, padahal biasanya jika di sekolahan, dirinya masih dapat membawa uang Rp 300.000.

Kondisi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2020), nampak sepi akibat dampak Covid-19.
Kondisi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2020), nampak sepi akibat dampak Covid-19. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

"Ya mau gimana mas, sekarang mau nyari duit 50 ribu aja susah, kalo dipaksain terus ya mau makan apa. Makannya mending pulang kampung dulu," katanya.

 Bojonggede Masuk Zona Merah Virus Corona, Ini Pesan Lurah Pabuaran Kepada Warganya

Halaman
123
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved