Selasa, 5 Mei 2026

Wagub DKI Jakarta

BANYAK Kepala Daerah Kena COVID-19 Jadi Alasan Panitia Ingin Pemilihan Wagub DKI Segera Digelar

Ketua Panlih Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017-2022, membeberkan alasan mengusulkan rapat Paripurna digelar pada Jumat (27/3/2020).

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA/FITRIYANDI Al FAJRI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai rapat kerja dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, di Balai Kota, Kamis (19/3/2020) petang. 

FARAZANDI Fidinansyah, Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017-2022, membeberkan alasan mengusulkan rapat Paripurna digelar pada Jumat (27/3/2020).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu memikirkan nasib Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bekerja tanpa didampingi wakil, saat menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19).

Farazandi juga memikirkan situasi terburuk bilamana gubernur mengalami hal serupa seperti kepala daerah yang lain, yakni positif terinfeksi Virus Corona.

Cicilan Kredit Motor Tukang Ojek Diringankan Selama Setahun, Jokowi Larang Debt Collector Menagih!

Dia tak ingin hal itu terjadi, apalagi Anies Baswedan tak memiliki Wakil Gubernur yang dapat dijadikan cadangan untuk memimpin Ibu Kota.

“Kami meyakini kinerja Pak Gubernur enggak bisa sendiri dalam menghadapi wabah pandemi Virus Corona."

"Bayangkan banyak kepala daerah yang terkena, tapi mereka ada backup (cadangan), misal ada wakilnya (kepala daerah),” kata Farazandi di DPRD DKI, Kamis (26/3/2020).

DOKTER Handoko Gunawan: Covid-19 Terbang di Udara, Jaga Jarak 1 Meter Sudah Kuno, Stay at Home!

“Sekarang, ya kami tidak berharap (Anies Baswedan positif Virus Corona). Kami mendoakan Pak Gubernur selalu sehat."

"Tapi ini kan wabah dan paling besar di Jakarta tentu butuh backup pimpinan,” tambahnya.

Menurutnya, kasus Virus Corona di Tanah Air, terutama di DKI Jakarta, setiap hari mengalami kenaikan.

Gandeng Dua Profesor, MUI Godok Dua Fatwa yang Diminta Maruf Amin Terkait Virus Corona

Pihaknya yakin, puncak kasusnya belum terjadi dalam waktu dekat, meski hingga Kamis (26/3/2020) pukul 08.00, kasus positif Virus Corona mencapai 472 orang, dan yang meninggal dunia 43 orang.

“Kami meyakini peak (puncak) nya belum nih, masih nanti."

"Tapi kalau makin ditunda (pemilihan) ya sampai kapan gitu ditundanya, kami butuh kejelasan juga dari pimpinan,” ujar Farazandi.

VIRUS Corona Serang 24 Provinsi di Indonesia, Jakarta Paling Banyak

Kata dia, proses pemilihan Wagub DKI juga tanggung jawabnya kepada masyarakat Jakarta.

Namun, proses pemilihan juga harus mengikuti peraturan dan mekanisme yang benar.

“Kami merasa ini (pemilihan Wagub) salah satu sumbangsih kami dan kewajiban kami sebagai anggota DPRD, untuk mendorong salah satu (kandidat) sebagai Wagub."

UN 2020 Dibatalkan, Nadiem Makarim Minta Maaf Jika Orang Tua Kecewa Anaknya Sudah Ikut Bimbel

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved