Awak Bus Sekolah Pengangkut Tim Medis Butuh 115 Pasang APD
Meski para awak bus dipilih yang berusia di bawah 45 tahun, namun kesehatan mereka harus diperhatikan
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Agus Himawan
Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murtadho, mengatakan, pihaknya kekurangan alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh para awak bus sekolah yang mengangkut petugas medis.
Ali menjelaskan dalam sehari, pihaknya membutuhkan perlengkapan APD yang terdiri dari sarung tangan, pakaian dan masker, sebanyak kurang lebih 115 pasang. “Kami mengerahkan sebanyak 50 bus sekolah dengan total awak bus sebanyak 100 orang dan 15 orang pengendali lapangan. Jadi, total paling tidak kami butuh 115 pasang APD, termasuk sarung tangan dan masker,” ujar Ali, Kamis (26/3/2020).
• Dukung Para Petugas Kesehatan, SPPSI Beri Bantuan Berupa Beragam APD
• Usir Kebosanan Ashanty Dikirimi Tiket Konser oleh Anaknya
• Usir Kebosanan Ashanty Dikirimi Tiket Konser oleh Anaknya
Ali menjelaskan APD diperlukan para awaknya yang mengangkut tenaga medis dari berbagai rumah sakit rujukan penanganan pasien terpapar Covid-19. Bukan tidak mungkin awaknya bisa tertular apabila tak dilengkapi dengan APD yang memadai.
“Kita akan maksimal membantu transpotasi para medis, dengan tetap memperhatikan keamanan awak bus. APD yang kami miliki saat ini sangat terbatas, masih kurang,” tuturnya. Padahal seorang awak bus diharuskan untuk mengenakan APD selama mengoperasikan bus. Dalan satu kali jam tugas (shift) APD harus dikenakan selama delapan jam.
• Stok Darah di PMI Kota Tangerang Menipis karena Warga Takut Donorkan Darahnya
• Pemkab Kepulauan Seribu Semprotkan Cairan Disinfektan ke Lingkungan di 11 Pulau Permukiman
• PERSENTASE Kematian Indonesia Terbesar di ASEAN dan No 4 di Dunia,Akankah Segera Dilakukan Lockdown
Meski para awak bus dipilih yang berusia di bawah 45 tahun, namun kesehatan mereka harus diperhatikan mengingat paparan Covid-19 juga berpotensi menular kepada mereka.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol keamanan awak bus, salah satunya dengan menggunakan spray disinfektan untuk kru dan penggunaan APD, masker dan sarung tangan. Masih kami koordinasikan lagi dengan Dinas Perhubugan,” tutur Ali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bus-sekolah-ste.jpg)