Virus Corona
Rapid Tes Tim Medis Seperti Kumpulkan Massa, Dokter Ini Kecewa, Tak Sesuai Janji Ridwan Kamil
Rapid Tes Tim Medis Seperti Kumpulkan Massa, Dokter Ini Kecewa, Tak Sesuai Janji Ridwan Kamil
Penulis: Muhammad Azzam |
Pemerintah Kota Bekasi melakukan rapid test atau tes cepat Corona atau Covid-19 kepada ratusan tim medis di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, pada Rabu (25/3/2020).
Ratusan tim medis itu di tes cepat Corona di area stadion.
Bahkan saat awal tes sempat terjadi keributan hingga terjadi sebuah kerumuman hingga mereka berdekatan alias tidak menjaga jarak.
• VIDEO : Rapid Test Covid-19 di Stadion Patriot Bekasi Digelar, Diprioritaskan Tim Medis Dahulu
• Jadi Wilayah Paling Terpapar Covid-19, Warga Pegadungan Tuntut Pemerintah Segera Lakukan Rapid Test
Rapid test yang dilakukan di stadion dikritisi oleh salah seorang dokter di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi.
Dokter perempuan yang minta identitasnya tidak disebutkan menilai seharusnya Pemkot Bekasi melakukan rapid test dengan menyambangi lokasi tim medis itu bekerja.
Pasalnya, digelarnya rapid test di stadion ini sama juga denga mengumpulkan massa.
"Jadi waktu saya masuk, saya jujur saya benar-benar kecewa sama sistem yang dilakukan sama Dinkes Kota Bekasi. Ini namanya mengumpulkan massa," kata dokter tersebut saat ditemui di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, pada Rabu (25/3/2020).
• Profil Lengkap Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, Menikah Usia 16 Tahun, Wafat 77 Tahun
Ia menilai informasi yang diberikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui akun instagramnya berbeda saat penerapannya.
Sebab, sesuai informasi Ridwan Kamil para petugas medis akan di tes di stadion menggunakan metode drive thru.
"Kalau ODP dan PDP kan diperiksa door to door atau datang ke rumah. Yang lain kan pakai drive thru itu informasinya," ucap dia.
• Kapten Borussia Dortmund Marco Reus Dukung Kampanye #Stayhome Hambat Penyebaran Corona
Akan tetapi saat sampai lokasi, dirinya terkejut melihat massa para tim medis begitu banyak di kumpulkan di satu lapangan.
"Saya sampai di lokasi saya lihat massa di kumpulkan sebegitu banyak tanpa APD yang lengkap, padahal saya saja kan tangani pasien ODP dan PDP di rumah sakit," beber dia.
"Jujur saya benar-benar kecewa banget, pak Ridwan Kamil ini bagaimana pak, kok mengumpulkan massa, bukannya anjuran pemerintah itu tidak boleh mengumpulkan massa, karena ini semuanya tenaga medis, kami semua beresiko menularkan," keluh dia.
Yang lebih membuat dirinya kecewa, katanya, ialah alat rapid testnya habis sehingga dirinya hanya diambil sampel darahnya saja.
• Demokrat DKI Desak Pimpinan DPRD Bahas Anggaran Mendahului APBD Perubahan untuk Corona
"Jadi nanti rapid testnya, darah saya dicek kalau hasilnya positif atau negatif nanti mereka akan hubungi saya," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rapid-tes-di-bekasi-s.jpg)