Berita Jakarta

Demokrat DKI Desak Pimpinan DPRD Bahas Anggaran Mendahului APBD Perubahan untuk Corona

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso mendesak pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk membahas anggaran mendahului

Demokrat DKI Desak Pimpinan DPRD Bahas Anggaran Mendahului APBD Perubahan untuk Corona
Warta Kota/Ahmad Sabran
Gedung DPRD DKI Jakarta 

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta memandang anggaran darurat sebesar Rp 183 miliar yang dikucurkan Pemprov DKI Jakarta kurang mampu mencukupi kebutuhan penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah setempat.

Soalnya DKI Jakarta sebagai daerah epicenter (tertinggi) kasus corona dengan data terakhir pada Rabu (25/3/2020) pagi mencapai 440 kasus positif corona, sehingga harus ditopang anggaran yang memadai.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso mendesak pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk membahas anggaran mendahului pada perubahan APBD 2020. Hal ini penting dilakukan guna mendukung penanganan Covid-19 atau virus corona di Jakarta.

“Ada empat rekomendasi Partai Demokrat dalam penggunaan anggaran mendahului itu untuk penanganan Covid-19,” kata Santoso berdasarkan keterangannya pada Rabu (25/3/2020).

Santoso merinci, empat program itu di antaranya penyemprotan disinfektan pada setiap kelurahan hingga lingkungan RT/RW dengan memanfaatkan tenaga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Lalu program bantuan sosial baik berupa dana maupun pangan bagi pekerja harian lepas. Juga program bantuan dana tunjangan bagi aparat TNI/Polri yang bertugas berkeliling untuk mengimbau warga agar tidak berkerumun di luar rumah. Dan terakhir untuk program penguatan terhadap langkah-langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Pembahasan anggaran mendahului itu penting untuk realokasi anggaran dana untuk difokuskan dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19. Apalagi sudah ada payung hukum berupa surat edaran Mendagri 440/2436/SJ 17 Mar 2020 dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” katanya.

Menurut dia, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 188 miliar dalam APBD DKI 2020 tidak akan mencukupi untuk penanganan Covid-19 di Jakarta. Karena itu diperlukan realokasi dana anggaran dari sumber lain yang bukan prioritas, seperti anggaran pembebasan lahan dan anggaran balap mobil listrik atau Formula E.

“Banyak mata anggaran yang bisa dialihkan, seperti belanja perjalanan dinas dan pertemuan (meeting), pembebasan lahan atau balap Formula E. Anggaran ini bisa digunakan untuk empat rekomendasi tadi,” jelasnya.

Dengan begitu, setiap kelurahan di Jakarta akan disemprot disinfektan secara masif, para pekerja harian lepas yang terdampak pun akan memperoleh bantuan dana atau pangan secara langsung. Bahkan petugas kepolisian yang berpatroli membubarkan kerumunan warga akan memperoleh tunjangan tambahan.

Bahkan yang tak kalah penting, kata anggota DPR RI itu, realokasi anggaran ini bisa memperkuat penanganan virus corona seperti peningkatan kapasitas rumah sakit, ruang isolasi termasuk juga dalam rangka pencegahan dengan pengadaan disinfektan, Alat Pelindung Diri (APD) dan tindakan upaya mitigasi hingga sosialisasi mulai dari level provinsi, kabupaten, kota, kelurahan hingga RT dan RW.

“Ini semua akan bisa segera direalisasikan oleh Pemda DKI dengan realokasi anggaran yang (diusulkan) dilakukan Komisi A DPRD DKI. Untuk mengejar waktu, realokasi anggaran ini akan dilakukan sebelum Pemda DKI mengajukan Rencana APBD Perubahan (RAPBD-P) pada triwulan kedua atau ketiga. Ini semua dilakukan untuk mendukung program Pemda DKI Jakarta mengatasi wabah Covid-19 secepat-cepatnya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono menyebutkan anggaran BTT Rp 188 miliar telah digunakan untuk penanganan banjir sebesar Rp 5 miliar, anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 130 miliar dan Rp 53 miliar untuk penyemprotan disinfektan kewilayahan. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved