Virus Corona

Cegah Virus Corona, Ini yang Diberlakukan Lapas Kelas II Gunung Sindur

Merebaknya virus corona begitu cepat di Indonesia membuat pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Gunung Sindur mengambil langkah antisipasi.

Cegah Virus Corona, Ini yang Diberlakukan Lapas Kelas II Gunung Sindur
Warta Kota/Yudistira Wane
Antisipasi wabah virus corona di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur. 

Merebaknya virus corona yang terjadi begitu cepat di Indonesia membuat pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Gunung Sindur mengambil langkah cepat antisipasi.

Adapun langkah yang dilakukan pihak Lapas Kelas II A Gunung Sindur adalah dengan berusaha keras mengantisipasi penyebaran virus corona tersebut jauh sebelum Wilayah Kota dan Kabupaten Bogor masuk ke dalam zona merah.

Kalapas Kelas II A Gunung Sindur, Mulyadi menjelaskan bahwa Ketika wilayah Kota dan Kabupaten Bogor belum masuk ke dalam zona merah penyebaran virus corona.

Setya Novanto Sakit Sejak Pindah ke Lapas Gunung Sindur, Menkumham: Konsekuensi Pelanggaran Disiplin

Untuk antisipasi, Lapas Kelas II A Gunung Sindur melakukan beberapa tahapan mulai dari sosialisasi hingga membuat westafel cuci tangan sebagai antisipasi penyebaran virus yang berbahaya tersebut.

"Untuk antisipisi pencegahan covid 19 langkah-langkah yang telah kita lakukan untuk Lapsus Gunung Sindur adalah ketika Bogor belum masuk zona merah, sosialisasi terlebih dahulu ke seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai dan pengunjung," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (25/3/2020).

"Kemudian membuat tempat westafel cuci tangan, mengecek suhu tubuh bagi pegawai yang masuk kantor, dan menyemprot Disinfektan ke seluruh pakaian dan tas yang dibawa, menyiapkan handsanitizer disetiap sudut lapas dan membuat banner himbauan tentang antisipasi bahaya covid 19," sambungnya.

Penyemprotan disinfektan kepada pengunjung.
Penyemprotan disinfektan kepada pengunjung. (Warta Kota/Yudistira Wane)

Lebih lanjut, ketika wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dinyatakan masuk ke dalam zona merah, Mulyadi beserta pihaknya memberlakukan beberapa mekanisme sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) yakni work from home.

Rutan Depok Penuh, Tiga Bos First Travel Dipindahkan, Dua ke Bandung, Satu ke Gunung Sindur

Selain itu, pihak Lapas Kelas II A Gunung Sindur pun untuk sementara waktu meniadakan kunjungan dari manapun.

Sebagai gantinya, pihak Lapas Kelas II A Gunung Sindur menyediakan alat komunikasi yaitu telepon untuk digunakan WBP melakukan video call menghubungi sanak keluarganya di rumah.

"Ketika wilayah Bogor sudah masuk zona merah sesuai surat edaran Kemenpan RB, Sekjen Kemenkumham dan Intruksi Ditjen PAS, maka kami mengatur pegawai yang masuk kantor dan yang berkantor di rumah (work from home)," paparnya.

Pengendali Pasokan Sabu ke Artis Aulia Farhan Adalah Seorang Napi Lapas Gunung Sindur Bogor

"Sementara ini meniadakan kunjungan dari manapun pihak luar yang akan masuk Lapas dan menyiapkan sarana Telpon ( video call ) untuk WBP agar WBP dan keluarga bisa komunikasi langsung dengan keluarga yang ada di rumah," sambungnya.

Tak hanya itu, Mulyadi pun berpesan kepada seluruh pihaknya yang bertugas agar selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugasnya.

"Terakhir himbaun bagi teman-teman pegawai yang kena piket masuk,dilarang untuk keluar kantor bila tidak penting sekali, jaga diri, bila ada gejala-gejala sakit untuk segera memberitahu kepada Lapas," tandasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved