Rabu, 3 Juni 2026

Berita Nasional

Terungkap Nasib Petinggi Hamas Usai Israel Serang Doha Qatar

Terungkap nasib petinggi Hamas yang menjadi target Israel di Doha, Qatar pada Selasa (9/9/2025).

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
QATAR DISERANG-Gedung Putih, Amerika Serikat ketahuan bohong soal serangan Israel ke Doha, Qatar.  

WARTAKOTALIVE.COM - Terungkap nasib petinggi Hamas yang menjadi target Israel di Doha, Qatar pada Selasa (9/9/2025). 

Sebelumnya Israel meluncurkan serangan ke Doha, Qatar. Israel mengklaim mau menyerang Hamas sehingga menyerang wilayah Qatar.

Serangan itu pun mendapatkan kecaman dunia lantaran Israel kembali melanggar batas-batas internasional. 

Terlebih selama ini Qatar menjadi negara yang selalu berupaya mewujudkan kesepakatan damai antara Israel dan Gaza. 

Usai serangan tersebut, Hamas mengungkapkan nasib para petinggi mereka yang menjadi incaran Israel di Doha

Hamas dalam pernyataan resminya yang dikutip Al Mayedeen pada Rabu (10/9/2025) menyatakan bahwa Zionis telah gagal membunuh para petinggi mereka. 

Hamas mengonfirmasi bahwa para pemimpinnya, yang menjadi target serangan, selamat dari serangan tersebut, meskipun beberapa anggota tim dan staf keamanannya gugur. 

Adapun pejuang Hamas yang gugur dalam serangan tersebut yakni Jihad Lubad, direktur kantor pemimpin senior Hamas Khalil al-Hayya, dan putra al-Hayya, Hammam. 

Baca juga: Gedung Putih Amerika Serikat Ketahuan Bohong Soal Serangan Israel ke Qatar

Selain itu tiga orang lainnya, termasuk Abdullah Abdel Wahed, Moamen Hassouna, dan Ahmad al-Mamlouk, juga gugur, bersama dengan petugas keamanan Qatar Badr Saad al-Humaidi.

Atas serangan ini, Hamas pun mengecam tindakan Israel yang menyerang Doha, Qatar.

Hal ini merupakan agresi yang nyata terhadap Qatar.  

“Upaya berbahaya pendudukan Zionis untuk membunuh delegasi negosiasi Hamas di Doha hari ini merupakan kejahatan keji, tindakan agresi yang nyata, dan pelanggaran nyata terhadap semua norma dan hukum internasional,” jelasnya.

Hamas menekankan bahwa serangan itu tidak hanya ditujukan kepada delegasinya, tetapi juga merupakan serangan terhadap Qatar sendiri. 

"Kejahatan ini merupakan agresi terhadap kedaulatan Negara Qatar, yang, bersama Mesir, telah memainkan peran penting dan bertanggung jawab dalam mensponsori upaya mediasi untuk menghentikan agresi, mencapai kesepakatan gencatan senjata, dan mengamankan pertukaran tahanan," kata Hamas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan klaim bahwa pemerintah telah "diinformasikan sebelumnya tentang serangan itu sepenuhnya salah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved