Virus Corona
BANTAH Kabar Hoaks, RS Premier Bintaro: Kami Tidak Lockdown!
WARGA Kota Tangerang Selatan dihebohkan dengan pesan singkat berantai yang tersebar di jejaring media sosial, terkait lockdown RS Premier Bintaro.
WARGA Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihebohkan dengan pesan singkat berantai yang tersebar di jejaring media sosial, terkait lockdown Rumah Sakit Premier Bintaro.
Dalam pesan tersebut tertulis RS Premier Bintaro bakal menutup akses operasionalnya terkait pandemi COVID-19 alias Virus Corona.
"Sis and Broo. Avoid RS Premier Bintaro dlu ya. Lg kena lockdown."
• Minimalkan Penyebaran Virus Corona, Wali Kota Bekasi Wacanakan Warganya Setop Bekerja ke Jakarta
"19 tenaga medis positif terkena covid19. Dengan sangat sedih...bener ini."
"Info dr dr Rahmat Sentika."
"Iya...aku baru aja tanya ke anaknya Dr Rahmat," tulis pesan berantai yang beredar di WhatsApp, Kamis (19/3/2020).
• Lockdown Bisa Berimplikasi Ekonomi, Sosial, dan Keamanan, Social Distancing Dinilai Paling Efektif
Pesan tersebut berdampak kepanikan masyarakat di tengah pandemi Virus Corona.
Pesan berantai itu lantas dibantah pihak manajemen Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia (RSDHI) selaku otoritas RS Premier Bintaro.
CEO RS Premier Bintaro dr Juniwati Gunawan mengatakan, pihaknya tak akan menghentikan operasional RS di tengah pandemi Virus Corona.
• PEKAN Ini Masjid Istiqlal Tetap Gelar Salat Jumat, Suhu Tubuh Jemaah Bakal Diperiksa
Ia pun memastikan tak ada satu pun tim medis RS Premier Bintaro yang dinyatakan positif terjangkit virus corona.
"Manajemen RSDHI menyatakan bahwa dalam masa tanggap darurat COVID-19 di Indonesia, RS Premier Bintaro tetap beroperasi normal atau tidak lockdown."
"Kami fokus dalam melakukan screening COVID-19 pada pasien, pengunjung, dokter, dan staf," tulis dr Juniwati saat dikonfirmasi, Tangerang Selatan, Kamis (19/3/2020).
• Surat Pengunduran Diri Sebagai Anggota DPR Dipersoalkan PKS, Ini Kata Cawagub DKI dari Gerindra
"Jika ada indikasi pasien dengan gejala mengarah kepada COVID-19, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit rujukan yang ditentukan Kementerian Kesehatan."
"Untuk ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku," paparnya.
Ia pun mengimbau agar masyarakat lebih dapat memastikan kebenaran informasi yang tersebar melalui jejaring media sosial.
• Penumpang KRL Pingsan di Stasiun Duren Kalibata Dikaitkan Virus Corona, Padahal karena Belum Makan
Sebab, di tengah pandemi Virus Corona ini, banyak pesan berantai yang tersebar di jejaring sosmed tanpa dapat dibuktikan kebenarannya.
"Segala bentuk pemberiraan yang bukan berasal dari Manajemen RSDHI adalah di luar tanggung jawab kami."
"Kami menjamin kepada masyarakat bahwa kami mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi pasien, dokter, staf."
"Dan semua orang yang berada dalam lingkungan rumah sakit," tuturnya.
309 Orang Terinfeksi Covid-19
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto melaporkan total kasus positif virus corona (covid-19) mencapai 309 orang hingga Kamis (19/3/2020).
"Total kasus pada hari ini adalah 309 orang," ujar Yurianto dalam konferensi pers seperti diyatangkan di Channel Youtube BNPB Indonesia, Kamis (19/3/2020).
Jumlah ini meningkat dari sebelumnya 227 orang, saat diumumkan Achmad Yurianto pada Rabu (18/3/2020) lalu.
Berikut ini sebarannya:
1. Bali: tidak ada tambahan kasus. Jadi total 1 kasus hingga Kamis (19/3/2020).
2. Banten: ada tambahan 10 kasus. Jadi totalnya 27 orang hingga Kamis (19/3/2020).
3. DIY: ada tambahan 2 kasus. Jadi totalnya 5 orang hingga Kamis (19/3/2020).
4. DKI Jakarta: ada tambahan 52 kasus. Jadi totalnya 210 orang hingga Kamis (19/3/2020).
5. Jawa Barat: ada tambahan 2 kasus. Jadi totalnya 26 orang hingga Kamis (19/3/2020).
6. Jawa Tengah: ada tambahan 4 kasus. Jadi totalnya 12 orang hingga Kamis (19/3/2020).
7. Jawa Timur: ada tambahan 1 kasus, jadi totalnya 9 orang
8. Kalimantan Barat: tidak ada penambahan kasus. Jadi totalnya tetap 2 orang.
9. Kalimantan Timur: ada penambahan 2 kasus. jadi totalnya 3 orang.
10. Kepulauan Riau: ada penambahan 2 kasus. jadi totalnya 3 orang.
11. Sulawesi Utara: tidak ada penambahan kasus. Jadi totalnya 1 orang.
12. Sumatera Utara: ada penambahan 1 kasus, sehingga totalnya menjadi 2 orang.
13. Sulawesi Tenggara: ada 3 kasus baru. Jadi total 3 orang.
14. Sulawesi Selatan: Ada 2 tambahan kasus baru. Jadi totalnya 2 orang.
15. Lampung: tidak ada penambahan kasus. jadi totalnya tetap 1 orang.
16. Riau: ada penambahan 1 kasus. Jadi totalnya 2 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rs-premier-bintaro.jpg)