UMKM di Indonesia Punya Masalah Pendampingan, Begini Cara INDOHP Mengatasinya
Sebagai platform digital, INDOHP memiliki target untuk hidupkan UMKM di Indonesia, khususnya di Jabodetabek.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: PanjiBaskhara
Sebagai platform digital, INDOHP ounya target untuk hidupkan UMKM di Jabodetabek, agar bisa berkembang dengan melakukan berbagai strategi pemasaran dalam waktu cepat.
Diakui Bussines Development INDOHP Martin, kini UMKM di Indonesia punya masalah dalam hal pendampingan segi pemasaran untuk mengembangkan usaha.
“Saat ini kami sedang menjajaki dengan mereka. Target awal, kami akan UMKM di Jabodetabek bergabung,” kata, Kamis (5/3).
Menurut Martin, ada banyak UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.
• KAGAMA Bersinergi dengan BI Majukan UMKM Lewat Strategi Smart Branding
• Dita Indah Sari Berharap UMKM Terus Dihidupkan dari Hulu ke Hilir
• Kaesang Ajak UMKM Pamerkan Produknya Di Acara Hebat Urban Community
Sayangnya, UMKM-UMKM itu kelemahan dalam hal pemasaran yang berdampak terhadap pengembangan usaha.
Menyikapi hal itu, Martin berencana bakal melakukan penjajakan dengan mendatangi UMKM untuk bergabung dengan platfom agar bisa meningkatkan pendapatan mereka.
INDOHP menawarkan sistem dropshiper bagi para calon reseller.
Dimana, vendor hanya menyediakan barang, sementara penjualan akan dilakukan para dropshipper INDOHP.
Khusus pelayanan terhadap konsumen dan hal lainnya dilakukan langsung oleh INDOHP.
Selain itu para vendor bisa melihat stok dan transaksi melalui aplikasi android maupun website.
“Jadi ini adalah cara termudah untuk berbelanja dan menjual. Kami sudah punya marketplace dan agen untuk berjualan,” tuturnya.
INDOHP punya beberapa paket sebagai dropshipper kisaran Rp 119 ribu-Rp 3 juta.
Hal itu untuk bergabung dengan fasilitas website dan aplikasi android dan iOS untuk tokonya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ndohp-menargetkan-untuk-menghidupkan-umkm.jpg)