UMKM

Dita Indah Sari Berharap UMKM Terus Dihidupkan dari Hulu ke Hilir

Ketua DPP PKB Bidang Ketenagakerjaan dan Migran, Dita Indah Sari, meminta Pemerintah Jokowi untuk terus menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM)

Dita Indah Sari Berharap UMKM Terus Dihidupkan dari Hulu ke Hilir
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua DPP PKB Bidang Ketenagakerjaan dan Migran, Dita Indah Sari. 

Ketua DPP PKB Bidang Ketenagakerjaan dan Migran, Dita Indah Sari, meminta Pemerintah Jokowi untuk terus menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) dari hulu ke hilir.

Sebab, UMKM merupakan jangkar pengaman penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

"Keributan soal Omnibus Law membuat kita sering lupa bahwa jangkar pengaman penyerapan tenaga kerja kita saat ini ternyata bukanlah industri formal yang besar, apalagi padat modal. Jangkarnya adalah UMKM. Menyedihkan, tapi itu fakta yang harus diterima," kata Dita di Jakarta, Sabtu (29/03/2020).

Wakil Sekjen PKB Dita Indah Sari mendatangi Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap 25 akun peyebar fitnah bahwa dirinya anak PKI.
Dita Indah Sari saat menjabat Wakil Sekjen PKB mendatangi Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap 25 akun peyebar fitnah bahwa dirinya anak PKI. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Dita mengatakan, dari data yang dihimpun PKB ada 116.978.631 orang tenaga kerja terserap di UMKM. Dari jumlah itu 89 persen ada di usaha mikro, yang pekerjanya kurang dari empat orang per unit, dan sifatnya jelas informal. Sementara usaha besar menyerap berapa? Hanya tiga persen atau sekitar 3,6 juta orang.

"Kami tidak sedang mempertentangkan yang kecil dengan yang besar, raksasa dengan liliput. Namun struktur ekonomi semacam ini memang lampu kuning. UMKM memang harus dihidupkan terus, dari hulu ke hilir. Apalagi situasi ekonomi global sedang mengalami perlambatan seperti ini. Industri padat karya skala besar belum tentu segera mau tanam modal. Jadi untuk sementara, yang ada ya kita ramut baik-baik. Ya UMKM itu," tandas Dita.

Dita menambahkan bahwa Pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk mendongkrak UMKM.

Mulai dari subsidi bunga KUR senilai enam persen, keringanan pajak lima persen, akses pelatihan dan pemberdayaan di banyak kementerian, dan digitalisasi.

Namun, bagi PKB kunci keberlanjutan usaha kecil adalah terintegrasinya mereka dengan ekosistem industri yang lebih besar.

"UMKM harus jadi bagian dari supply chain bagi industri formal. UMKM makanan, kerajinan, kesenian menjadi bagian terintegrasi dengan industri pariwisata. UMKM pertanian menjadi bagian dari industri pengolahan makanan minuman. Skemanya bisa public private partnership atau bantuan full pemerintah dan bank. Jadi apa yang sudah dimiliki jangan disia-siakan. Bagaimana si kecil yang berjasa ini bisa terus hidup dan berperan besar," ujar Dita.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved