Kabar Tokoh
Ini Sosok Jenderal yang Begitu Dikagumi Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad menyatakan bangga dan terkesan dengan sosok jenderal pensiunan polisi ini
Selama ini tidak banyak diketahui, siapa saja orang yang menjadi idola bagi ustaz Abdul Somad atau UAS.
Tetapi, ternyata ada purnawirawan jenderal bintang tiga dari kepolisian menjadi idola bagi UAS.
Ustaz Abdul Somad menyatakan bangga dan terkesan dengan sosok jenderal pensiunan polisi ini.
Sosok jenderal yang membuat Ustaz Abdul Somad terkesan adalah Komjen (Purn) Syafruddin
Komjen (Purn) Syafruddin merupakan mantan Wakapolri.
• Update Jumlah Pasien Virus Corona di Seluruh Dunia Hingga Selasa, 3 Maret 2020 Sore
• UPDATE: Pemerintah Klaim Sudah Punya Dana untuk Bayar Nasabah Jiwasraya, Catat Tanggal Pencairannya
Komjen (Purn) Syafruddin juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Rasa bangga ini diucapkan Ustaz Abdul Somad saat peresmian Masjid Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta.
Hal ini bisa dilihat dari Channel YouTube FSRMM TV berjudul "TERBARU !!! Ceramah Ustadz Abdul Somad UAS dan Pak Anies Baswedan - Masjid Cut Nyak Dien, Menteng" tayang 1 Maret 2020.
"Saya berkesan dengan yang disampaikan Komjen Syafruddin. Kata beliau kami tidak pernah berjumpa dengan Ustaz Somad kecuali di masjid," ujar Ustaz Abdul Somad.
Pertemuan pertama antara Komjen (Purn) Syafruddin dengan Ustaz Abdul Somad terjadi di Masjid Sunda Kelapa.
• Cuma Fans Tapi Posesif, Jengkel DM Tak Dibalas, Alasan Pria Ini Ancam Perkosa Aktris Syifa Hadju
• Apa Benar Pemerintahan Jokowi Bisa Jatuh Enam Bulan ke Depan? Salah Satunya Karena Virus Corona
Pertemuan kedua berlangsung di Masjid Istiqlal.
Setelah itu perjumpaan terjadi di Masjid Batam.
"Setelah itu masjid paling kecil, Masjid Cut Nyak Dien," ujar Ustaz Abdul Somad.
Sebenarnya kata Ustaz Abdul Somad, pertemuan dirinya dengan Syafruddin tidak hanya terjadi di masjid.
Dalam sebuah kesempatan, mereka pernah bertemu, yakni pada sebuah kegiatan pemberian anugerah yang digagas Republika.
Saat itu Republika menganugerahkan Ustaz Abdul Somad sebagai Tokoh Perubahan Republika 2017.
Acara penganugerahan berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta, tahun 2018.
"Sebetulnya beliau (Syafruddin) ingat (pertemuan) yang di masjid saja. Saya ingat juga yang ga di masjid di Republika ketika penobatan Abdul Somad sebagai tokoh pembaruan," kata Ustaz Abdul Somad.
• Jadi Pacar Anya Geraldine Harus Kuat Mental, Serangan Para Fans Nur Hayati Kadang Sporadis
• Stok Masker Makin Langka, Polisi Beri Ultimatum, Tak Ada Ampun Bagi Penimbun
• Jangan Paranoid, Begini Tips Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan Virus Corona
"Saya sebetulnya ingin mengingatkan sama yang lupa-lupa aja," selorohnya disambut tawa para jemaah.
"Beliau yang diingat hanya masjid, hanya masjid," puji Ustaz Abdul Somad ke Komjen (Purn) Syafruddin
Banggga dengan sang jenderal
Ustaz Abdul Somad pun menyatakan rasa bangga terhadap Komjen Syafruddin.
Ini terkait dengan sikap Syafruddin merespons hasil survei di tahun 2017 mengenai masjid radikal.
Tahun 2018, sempat muncul kontroversi mengenai hasil survei Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama
P3M menyatakan ada 41 masjid di lingkungan pemerintah terpapar paham radikal.
• Sudah Operasi Kelamin Jadi Wanita, Gebby Vesta Shalat Pakai Sarung, Ingin Dimakamkan Sebagai Pria
• Takut Virus Corona, Banyak Undangan Batal Datang ke Pernikahan Jessica Iskandar-Richard
P3M NU melakukan penelitian terhadap sejumlah masjid, 35 masjid di kementerian, 37 masjid di BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan 28 masjid di lembaga negara.
Penelitian dilakukan pada 29 September-21 Oktober 2017.
Cara penelitian adalah dengan merekam secara audio dan video khotbah Jumat selama periode tersebut.
Hasilnya, 41 masjid yang terindikasi radikal terdiri atas 21 masjid di BUMN, 12 masjid di kementerian, dan 8 masjid di lembaga negara.
Defisini radikal yang dimaksud dalam penelitian itu adalah paham yang menganggap satu kelompok paling benar dan kelompok lain salah, mudah mengkafirkan orang lain, berpaham intoleransi, cenderung memaksakan keyakinan pada orang lain, dan menganggap demokrasi produk kafir serta membolehkan segala cara atas nama negara
Hasil survei P3M ini diungkap Badan Intelijen Negara (BIN).
"Saya termasuk yang bangga sama beliau (Syafruddin) karena ketika dulu ada tuduhan masjid radikal, beliau termasuk yang membela," kata Ustaz Abdul Somad.
• Kronologi Pemuka Agama di Surabaya Dilaporkan Atas Dugaan Menodai Wanita Selama 17 Tahun
• Temuan Corona di Indonesia Mulai Bikin Panik, Warga Borong Bahan Makanan Pokok di Sejumlah Swalayan
Menurut Ustaz Abdul Somad, ketika itu Syafruddin menyanggah hasil survei tersebut.
Ia pun memberi pesan kepada para jemaah untuk tidak meremehkan orang karena bisa jadi orang tersebut memiliki peran besar dalam pembangunan
Seperti Komjen (Purn) Syafruddin yang ternyata kini menjadi ketua pembangunan renovasi Masjid Cut Nyak Dien.
Foto Bareng
Ustaz Abdul Somad pun mengisahkan tentang pertemuannya dengan Komjen (Purn) Syafruddin.
Menurut Ustaz Abdul Somad, dirinya pernah foto bareng dengan Syafruddin ketika di Masjid Istiqlal.
"Terus terang bapak, dulu ketika setelah berfoto dengan bapak di Istiqlal di Masjid Sunda Kelapa, itu berkurang yang mem bully saya tapi setelah bapak pensiun nambah lagi," kata Ustaz Abdul Somad disambut tawa para jemaah.
• Ria Ricis Ngebet Nikah, Keluarganya Belum Merestui Sang Pacar, Wildansyah Tuliskan Kalimat Keyakinan
• Pengendapan Dana Jamaah Terkait Penangguhan Umrah Akibat Corona Capai Triliunan Rupiah
"Kita doakan bapak Ketua Dewan masjid Indonesia selalu diberikan Allah istiqamah iman Islam," lanjut Ustaz Abdul Somad.
Kebanggan lain Ustaz Abdul Somad terhadap Komjen Syafruddin, adalah berkat jasanya akan dibangun museum perjalanan Nabi Muhammad SAW di Indonesia.
Museum ini akan dibangun di Cimanggis, Depok.
Museum Sejarah Nabi dan Rasul ini yang ketiga dibangun setelah di Mekah dan Madinah dan yang terbesar di dunia.
"Ketika bertemu dua orang hebat ini Bapak Anies dan Komjen (Syafruddin) akhirnya lahir lah museum sirah nabawiyah terbesar di dunia," ujar Ustaz Abdul Somad.
Menurut Ustaz Abdul Somad mesuem ini baru selesai dibangun 18 bulan ke depan.
"Tapi paling tidak kita bahagia. Selama ini sulit dijelaskan bagaimana rumah nabi, replika tempat tidur nabi.
Tapi begitu nanti museum itu jadi, saya berjanji akan datang membuat kunjungan akbar ke museum terbesar di dunia," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad-dan-bupati-kampar-azis-zainal-alm.jpg)