Virus Corona
Stok Masker Makin Langka, Polisi Beri Ultimatum, Tak Ada Ampun Bagi Penimbun
melakukan penimbunan untuk mencari keuntungan termasuk bentuk tindak pidana yang diatur dalam Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Feryanto Hadi
Polisi memastikan akan menindak tegas oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dari penyebaran virus corona atau (Covid-19).
Termasuk pihak yang sengaja melakukan penimbunan masker, membuat harga masker meroket karena banyak diburu masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya mengungkapkan, kelangkaan masker di pasaran diduga karena ada pihak yang melakukan penimbunan.
• Jangan Paranoid, Begini Tips Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan Virus Corona
• Jadi Pacar Anya Geraldine Harus Kuat Mental, Serangan Para Fans Nur Hayati Kadang Sporadis
• Temuan Corona di Indonesia Mulai Bikin Panik, Warga Borong Bahan Makanan Pokok di Sejumlah Swalayan
"Mereka menimbun untuk cari keuntungan dengan kurangnya masker di pasaran. Akibatnya harga masker bisa naik hingga lebih dari 100 persen dari harga Rp20 ribu jadi Rp500 ribu. Ini sudah suatu tindak kejahatan untuk menguntungkan diri sendiri, kita akan tindak," kata Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (2/3/2020).
Yusri menegaskan, praktik penimbunan untuk mencari keuntungan termasuk bentuk tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen.
"Itu permainan para pelaku yang mencari keuntungan, ini sama seperti sembako. Seperti bawang putih yang mendadak hilang, nanti muncul harga naik," ujarnya.
• Takut Virus Corona, Banyak Undangan Batal Datang ke Pernikahan Jessica Iskandar-Richard
• Kronologi Pemuka Agama di Surabaya Dilaporkan Atas Dugaan Menodai Wanita Selama 17 Tahun
Yang sehat tidak perlu masker
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat tidak terlalu panik terkait masuknya virus corona atau Covid19.
Hal ini mengomentari banyaknya masyarakat yang berburu masker.
Terawan mengungkapkan, masyarakat yang sehat sebenarnya tidak perlu mengenakan masker.
"Yang sakit yang pakai (masker), yang sehat tidak (usah) pakai dulu," ujar Terawan saat menggelar jumpa pers di Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).
• Cuma Fans Tapi Posesif, Jengkel DM Tak Dibalas, Alasan Pria Ini Ancam Perkosa Aktris Syifa Hadju
• Apa Benar Pemerintahan Jokowi Bisa Jatuh Enam Bulan ke Depan? Salah Satunya Karena Virus Corona
"Karena kalau harga dan sebagainya, kelangkaan dan sebagainya, itu pasar memang begitu. Semakin kamu cari, semakin langka, semakin kamu beli semakin mahal," Terawan menambahkan.
Terawan memastikan, stok masker di rumah sakit masih banyak. Menurut Terawan, jika masyarakat menunjukan tanda-tanda kesehatan yang melemah, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit.
"Nanti di rumah sakit juga diberi masker. Tapi kalau sakit, kalau tidak, ya untuk apa pakai masker. Masker itu haknya orang yang sakit," kata Terawan.
Pembeli masker membludak
Di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, kemarin ramai didatangi orang yang hendak membeli masker jenis N-95 dan 3 PLY, menyusul pengumuman resmi pemerintah atas dua orang terjangkit corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sejumlah-penjual-masker-di-pasar-proyek-jalan-mayo.jpg)