Penangguhan Perjalanan Umrah

Pengendapan Dana Jamaah Terkait Penangguhan Umrah Akibat Corona Capai Triliunan Rupiah

Akan ada dampak cukup besar dan rumit apabila penangguhan tersebut dilakukan dalam waktu cukup lama

istimewa
Menindaklanjuti penangguhan sementara kedatangan jemaah umrah ke Arab Saudi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19), PT Angkasa Pura II pada hari ini melakukan koordinasi secara intensif dengan maskapai yang melayani penerbangan menuju Arab Saudi. 

Sementara, perusahaan juga dihadapkan kepada masalah penumpukan jamaah.

"Kesulitan bagi kami adalah pada saat reshcedule akan terjadi penumpukan jamaah. Kemudian bagi yang sudah punya visa, itu ada expired visa. Dan nanti kemungkinan akan ada biaya tambahan lagi tentunya kalau sudah expired. Sebab masa tunggu visa itu hanya 15 hari dan harus sudah berangkat," paparnya.

Dampak lainnya adalah penundaan jadwal jamaah umrah dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Kemudian akan ada penundaan atau pemunduran jadwal. Misal yang harusnya berangkat sebelum ramadhan, nanti bisa diundur pas syawal atau habis syawal," kata dia.

Kerinduan Terus Menggebu, Bunga Citra Lestari Tak Kuat dan Datangi Lagi Makam Suami

Larangan Umrah, Respon Jamaah dari Terkejut Hingga Menanyakan Kepastian Jadwal Kembali Dibuka

Tak ada perputaran uang

Pihak asosiasi dikatakan Richan, sudah mencoba bernegosiasi dengan pemerintah dalam rangka menghadapi potensi kerugian yang bisa ditimbulkan dari kebijakan penangguhan tersebut

Richan bersyukur, sebab dalam hal ini pemerintah memberikan perhatian bahkan memberikan solusi.

"Untuk potensi kerugian alhamdulillah sudah diatasi pemerintah. Jadi, kalau untuk komunikasi mengenai akomodasi, maskapai, itu sudah kita lakukan."

"Alhamdulillah Jumat pagi setelah pertemuan dengan menteri-menteri terkait, kita sudah diberi angin segar bahwasanya maskapai harus bisa reshcedule tanpa biaya. Kemudian hotel juga diminta reshcedule tanpa biaya. Itu angin segar bagi travel," jelasnya.

Hanya saja, Richan mengungkapkan, dari kacamata ekonomi, kebijakan tersebut tetap saja merugikan.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved