Selasa, 28 April 2026

Formula E

Dugaan Maladministrasi Proyek Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E, Ini yang Dilakukan Ombudsman

Pihak Ombudsman akan panggil Pemprov DKI dan Komrah, soal proyek revitalisasi Monas dengan proyek pembangunan sirkuit Formula E DKI Jakarta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
dok.Pemprov DKI Jakarta
Ilustrasi - Pihak Ombudsman akan panggil Pemprov DKI dan Komrah, soal proyek revitalisasi Monas dengan proyek pembangunan sirkuit Formula E DKI Jakarta. 

"Dan ini tidak semulus seperti yang dinyatakan (Jakpro kemarin),” ujar Anggota Tim Asistensi Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Bambang Hero Saharjo di Monas, Rabu (26/2/2020).

Selain mengecek kondisi cobblestone di bekas pemasangan aspal, petugas juga mengambil sampel sisa aspal yang dipakai panitia turnamen Formula E.

Setelah itu, petugas akan membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) yang kemudian dilaporkan kepada Komrah.

“Sampel kami bawa ke laboratorium independen di Bogor, Jawa Barat."

"Biasa kami analisis di sana, tidak hanya ini (lapisan aspal) tapi sampel pohon yang direvitalisasi di sisi selatan Monas juga kami bawa,” ungkapnya.

Menurut dia, pengecekan laboratorium sangat penting untuk mengetahui sejauh mana dampak yang terjadi bila pembangunan itu tetap dilakukan.

Dari pengecekan itu, petugas akan mendapatkan perbandingan antara kondisi awal dengan kondisi ketika aspal dibongkar.

“Kami hadir ke sini mendapat mandat dari Komrah untuk melakukan verifikasi dan sampling terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan di lokasi ini."

"Nanti hasil semuanya akan kami serahkan kepada Komrah,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Jakpro selaku panitia turnamen Formula E mengklaim pembongkaran lapisan aspal di cobblestone berjalan lancar.

Hal itu dikatakan Deputi Bidang Teknis OC Formula E Jakarta Wisnu Wardhana, Selasa (25/2/2020).

“Proses pengelupasan lapisan aspal dilaksanakan beberapa tahap didampingi ahli dari LAPI ITB (Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia - Institut Teknologi Bandung),” kata Wisnu.

Menurut dia, luas cobblestone yang dilapisi aspal mencapai 60 meter persegi dengan dua material bahan.

Pertama memakai sand sheet (10 meter x 4 meter), dan kedua dengan geotextile (5 meter x 4 meter).

Di atas kedua lapisan tersebut dihampar aspal kasar (binder) tanpa melapisinya dengan aspal halus.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved