Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Video

VIDEO: Pertama Kali Terjadi, Underpass Senen Terendam Banjir 

Terputusnya akses jalan Underpass Senen ini pun membuat para pengendara terpaksa mencari rute alternatif.

Tayang:
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Underpass Senen, Jakarta Pusat kebanjiran, Selasa (25/2/2020). 

UNTUK kali pertama, Underpass Senen, Jakarta Pusat, terendam banjir, Selasa (25/2/22020) pagi.

Banjir terjadi imbas hujan deras yang menguyur beberapa wilayah Jakarta.

Pantauan Wartakotalive, banjir yang terjadi di underpass Senen ini membuat akses Senen-Cempaka Putih melalui underpass terputus, dan tidak dapat dilalui semua kendaraan.

Kembali Gaungkan Usulan Motor Masuk Tol, Bamsoet: Karena Kita Sama-sama Bayar Pajak

Terputusnya akses jalan Underpass Senen ini pun membuat para pengendara terpaksa mencari rute alternatif.

Mereka yang mencoba mencari rute alternatif ini membuat kepadatan di sekitar Stasiun Senen.

Underpass Senen, Jakarta Pusat kebanjiran, Selasa (25/2/2020).
Underpass Senen, Jakarta Pusat kebanjiran, Selasa (25/2/2020). (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

Saat ini petugas dari Bina Marga SDA tengah berada di lokasi memantau ketinggian air.

Satpam Meninggal Saat Banjir di Bekasi, Camat Duga karena Tersetrum, Kata Saksi Mungkin Jantungan

Untuk memantau ketinggian air, sebuah kendaraan amfibi mencoba melintas di lokasi.

Alhasil, satu setengah bodi mobil truk amfibi itu terendam.

Kendati, demikian belum ada pompa yang diupayakan diterjunkan ke lokasi.

Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Indonesia Paling Disukai, Megawati Urutan Buncit

Diperkirakan ketinggian air mencapai 2 meter lebih.

Dani (22), salah satu warga mengatakan, banjir di Underpass Senen terjadi sejak dini hari tadi, saat hujan deras menguyur di wilayah Senen, Jakarta Pusat.

"Pokoknya subuh tadi udah terendam, enggak tahu jam berapanya," katanya, Selasa (25/2/2020).

Survei Indo Barometer: PDIP Parpol Paling Banyak Dipilih Masyarakat, Peluang Cetak Hattrick di 2024

Banjir yang mengenangi menurutnya memiliki panjang nyaris setengah dari panjang underpass itu.

Beberapa warga sekitar tampak menyaksikan banjir yang diklaim baru pertama kali terjadi ini.

"Kalau ini pertama kali terjadi. Sebelumnya mana pernah," ucapnya.

Underpass Gandhi Kemayoran 4 Kali Kebanjiran dalam Dua Bulan

Underpass Gandhi di Jalan Kota Baru Bandar, Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali terendam banjir setelah diguyur hujan semalaman, Sabtu (8/2/2020).

Kasie Sektor VI Kemayoran Sudin Penanggulangan, Kebakaran, dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat Unggul Wibowo menyatakan, ketinggian air kali ini mencapai 5,5 meter.

"Kami mulai melaksanakan penyedotan pada pukul 10.00 WIB pagi tadi karena menunggu hujan reda," kata Unggul saat dikonfirmasi.

 Politikus PDIP Effendi Simbolon: Sri Mulyani Perlu Diganti

Luasan wilayah yang terendam yakni 330 x 300 meter atau seluas kurang lebih 99.000 meter persegi.

Titik tertinggi genangan mencapai 5,5 meter.

"Tadi pagi tingginya sampai 5,5 meter. Sekarang sudah sedikit surut. Kami kerahkan pompa penyedot sebanyak 7 unit," ucapnya.

 NETA S Pane Sarankan Kapolri Keluarkan Perintah Tembak di Tempat untuk Harun Masiku, Ini Tujuannya

Ketinggian air setelah data dimukhtahirkan pada pukul 16.30 WIB menyusut sekira 1 meter.

Kini ketinggian air masih berada pada kisaran 4,5 meter.

Belum diketahui secara pasti kapan air yang menggenangi Underpass Gandhi surut. Akses jalanan umum tersebut hingga kini masih ditutup.

 Effendi Simbolon Bilang Susunan Kabinet Indonesia Maju Bukan Dream Team, Sarankan Tak Usah Ada Menko

Banjir yang menggenangi Underpass Gandhi kali ini merupakan yang keempat kalinya terjadi dalam kurun waktu 2 bulan.

Genangan pertama terjadi ketika awal tahun baru 2020 lalu, kemudian berlanjut pada Jumat (24/1/2020).

Ketiga, pada Minggu (2/2/2020) lalu. Terakhir, hari ini, Sabtu (8/2/2020), Underpass Gandhi kembali tergenang.

 Di Depan Megawati, Prabowo Janji Bakal Bikin Patung Bung Karno Naik Kuda

Sebelumnya, Underpass Gandhi Kemayoran kerap terendam banjir saat hujan deras menguyur wilayah itu.

Sejak 2020, underpass tersebut sudah 2 kali tergenang.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengaku cuma dapat menyarankan PPK Kemayoran mengubah sistem drainase di sekitar kawasan itu.

 KRONOLOGI 10 Lansia Bekasi Jadi Korban Hipnotis, Dijanjikan Syuting Lalu Disuruh Lepaskan Perhiasan

"Jadi kami dari kementerian itu hanya menyarankan membantu saran teknis, yang melaksanakan PPK Kemayoran," kata Jarot saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

Menurut Jarot, sejak sistem drainase itu dibangun pada 1991, hingga kini tidak ada perubahan sistem.

Padahal jika dilihat, saat ini fungsi wilayah Kemayoran sudah berubah total. Selain banyak permukiman, juga terdapat apartemen.

 Komisi B DPRD DKI Nilai Jalur Sepeda Berharga Puluhan Miliar Sia-sia dan Jadi Beban Dishub

Ia tak dapat mengatakan apakah sistem drainase itu pernah diganti.

Namun, melihat sering terjadinya genangan di Underpass Gandhi itu, perlu ada kajian lebih lanjut.

"Sekarang kan sudah ada perubahan wilayah Kemayoran."

 10 Lansia di Bekasi Diduga Dihipnotis Pakai Asap Rokok, Ini Ciri-ciri Pelaku

"Kalau kemarin saya lihat waktu air laut naik, hujan tinggi masuknya ke underpass, dan itu yang perlu dikaji," paparnya.

Pihaknya mengaku telah menyerahkan sepenuhnya kepada PPK Kemayoran terkait drainase di sekitar Underpass Gandhi itu, namun pihaknya hanya memberikan saran teknis saja.

"Jadi hanya saran teknis saja, bukan kita yang bangun. Jadi yang punya otoritas bukan PU," terangnya.

 Mengaku Terbawa Situasi di Media Sosial, Penghina Wali Kota Surabaya: Maafkan Saya Bunda Risma

Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran Riski Renando mengatakan, sistem drainase terowongan Gandhi sedang dalam pembahasan Kementerian PUPR.

Hal itu menyusul penyataan Sekda DKI Saefullah, yang menilai genangan terowongan Gandhi akibat sistem drainase yang kurang baik dan perlu adanya evaluasi.

"Jadi itu perencanaan jangka panjang."

 Wanita Penghina Wali Kota Surabaya Ogah Buka Pintu dan Matikan Lampu Rumah Saat Didatangi Polisi

"Ini kan masih dalam taraf perencanaan dengan PUPR untuk sistem drainase kawasan (underpass Gandhi Kemayoran).

"DKI terlibat juga nanti," kata Riski, Senin (3/2/2020).

Menurut Riski, saat ini pihak PPK Kemayoran masih fokus membersihkan drainase terowongan Gandhi Kemayoran.

 Kadernya Usulkan Ekspor Ganja, PKS Klaim Jadi Satu-satunya Fraksi di DPR yang Rutin Gelar Tes Urine

Juga, melakukan penyedotan air yang hingga hari ini masih mengenangi terowongan tersebut.

"Untuk jangka dekat kami lakukan pembersihan drainase," ujarnya.

Sebelumnya, Saefullah mengkritisi pihak Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran yang seharusnya mengevaluasi sistem saluran air, lantaran sudah tiga kali banjir di awal tahun ini.

 Sebelum Wafat Gus Solah Mimpi Bertemu Gus Dur dan Dapat Banyak Ucapan Selamat

"Untuk PPK Kemayoran, saya sarankan drainase mesti dievaluasi," ujar Saefullah di lokasi.

Ia menilai kapasitas pompa air di Underpass Gandhi tak sebanding dengan jumlah debit air yang masuk, sehingga banjir kerap terjadi.

Ia menyarankan PPK Kemayoran mencontoh sistem drainase milik Ancol yang hingga kini tak pernah bermasalah.

 Disebut Dream Team Jadi Alasan Marco Motta Terima Pinangan Persija

"Pompa di bawah underpass harus dihitung ulang kapasitasnya."

"Kemayoran harus punya sistem polder sendiri seperti Ancol yang tidak ada masalah saat ini," tuturnya.

Sebelumnya Riski Renando mengatakan, pihaknya terus berupaya membersihkan drainase terowongan Gandhi Kemayoran.

 TAUFIK Bilang Calon dari Gerindra Bakal Jadi Wagub DKI Dua Pekan Lagi, Padahal Pemilihan Saja Belum

Menurutnya, hingga Senin (3/2/2020) pagi, terowongan Gandhi masih tergenang mencapai 1,5 meter.

Ketinggian ini sudah mengalami penurunan dibandingkan kemarin.

"Ini kami dengan tim kami sedang di lapangan membersihkan drainase," kata Riski saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2020).

 MAU Curi Motor Marinir Setelah Gondol Tasnya, Dua Maling Ini Langsung Berhadapan dengan Korban

Menurut dia, meski terowongan Gandhi masih tergengang, pihaknya berusaha terus melakukan penyedotan air hingga kering, agar bisa dilalui kendaraan lagi.

Jika hujan tak kembali turun, dirinya menargetkan terowongan Gandhi pada hari ini sudah surut.

"Kita terus upayakan lakukan penyedotan air hingga selesai."

"Sampai hari ini sudah lumayan surut, tapi masih ada genangan 1,5 meter," ujarnya. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved