Breaking News:

Usulkan Aturan Orang Kaya Wajib Nikahi yang Miskin, Menko PMK Bilang Itu Cuma Intermeso

Muhadjir Effendy memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menganjurkan orang kaya menikahi orang miskin.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Muhammad Azzam
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat menghadiri acara Dialog Nasional bersama ratusan pelajar di Plaza Metropolitan, Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/1/2019). 

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menganjurkan orang kaya menikahi orang miskin.

Muhadjir mengatakan pernyataannya tersebut hanya selingan dari pidatonya pada Rakerkesnas di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020) kemarin.

"Itu kan intermeso, selingan dari ceramah saya," ujar Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

KPK Bilang Harun Masiku Sulit Dilacak karena Tak Pakai Ponsel dan Media Sosial

Muhadjir mengungkapkan alasan pernyataan dirinya adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan di dalam negeri.

"Kita kan punya problem keluarga miskin untuk memotong mata rantai kemiskinan."

"Karena ada kecenderungan kan, keluarga miskin akan cari menantu sesama mereka," jelas Muhadjir.

Heran Formula E Digelar di Monas, Megawati: Gubernur DKI Tahu Apa Tidak Itu Cagar Budaya?

Menurut Muhadjir, usulan yang ia ajukan kepada Menteri Agama Fachrul Razi tersebut tidak bersifat wajib.

"Enggak ada rencana, saya. Fatwa itu apa? Fatwa artinya memberi saran, menganjurkan. Jadi jangan dipahami terus wajib segala gitu," terang Muhadjir.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyarankan Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan regulasi soal pernikahan berdampak status sosial.

Jengkel Anak Pejabat Dipaksa-paksa Maju Pemilu, Megawati: Ngapain Sih? Kayak Tidak Ada Orang

"Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin."

"Jadi kalau ada ajaran agama mencari jodoh," kata Muhadjir di JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

 Partai Demokrat Bantah AHY Calon Tunggal Gantikan SBY, Ibas Juga Bisa Jadi Calon Ketua Umum

Saran kepada Menag tersebut, kata Muhadjir, untuk menghindari salah tafsir orang-orang tentang pernikahan yang harus setara.

Menurut Muhadjir, jika penafsiran seperti itu diterapkan, maka yang miskin akan menikahi pasangannya yang miskin, begitu juga sebaliknya.

"Rumah tangga Indonesia 57.116.000, dan yang miskin 9,4 persen, itu sekitar 5 juta."

 Takkan Bicara kepada Media Lagi Setelah Sebut Agama Musuh Pancasila, Kepala BPIP Bakal Pakai Humas

"Miskin itu situ sumber penyakit seperti tadi stunting," imbuhnya.

Karena itulah, Kemenko PMK bersama jajaran kementerian terkait, lanjut Muhadjir, ingin menyelamatkan generasi muda yang hendak menikah atau berkeluarga.

Salah satu bentuknya, program pranikah.

 DAFTAR Nama Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020, Solo Masih Kosong

"Jadi program pranikah yang sekarang kita desain tujuannya untuk kita lacak."

"Kan di Indonesia ini ada 2,5 juta perkawinan per tahun, yang 1,9 juta itu melalui Pak Menteri Agama."

"Sisanya melalui catatan sipil, dan itu bisa dipastikan 10 persen adalah calon keluarga miskin, itulah yang menjadi perhatian kita," kata Muhadjir.

 400 Ribu Rumah di Kota Bekasi Tak Punya IMB, Mayoritas di Perkampungan

Hal ini dilakukan agar tidak menambah daftar keluarga miskin di Indonesia.

"Kita dianjurkan supaya menyelematkan yang utama itu ya keluarga."

"Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari neraka."

 Haris Azhar Heran Diminta Ungkap Lokasi Persembunyian Nurhadi, Padahal Katanya KPK Sudah Tahu

"Nah, neraka itu bukan hanya neraka saat mati. Neraka dunia juga, salah satunya ya sakit dan miskin."

"Itu neraka dunia, jadi jangan bilang rugi di dunia enggak apa-apa, yang penting jangan rugi akhirat, itu sama-sama celakanya," beber Muhadjir.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan pihaknya mendukung gagasan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tentang kursus pranikah.

 Pemkot Bekasi Dorong Warga Perkampungan Urus IMB, yang di Zona Hijau Bakal Digusur

Menurutnya, hal itu sejalan dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang sudah diselenggarakan Kementerian Agama sejak dua tahun terakhir.

"Bimbingan Perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga."

"Juga mempersiapkan mereka agar terhindar dari problema perkawinan yang umum terjadi."

 Pekan Depan Uji Coba Lawan Persib di Bandung, Persikabo 1973 Berharap Kabo Mania Hadir

"Serta meningkatkan kemampuan mewujudkan keluarga sakinah,” terang Menag di Jakarta, Jumat (15/11/2029).

Menurut Menag, Bimwin ini merupakan revitalisasi dari kursus pranikah beberapa tahun sebelumnya, yang dipandang kurang efektif membekali catin.

Untuk Bimwin Catin ini, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama juga sudah menerbitkan petunjuk pelaksanaan atau juklaknya.

 TIKTOK Bakal Jadi Alat BPIP Sosialisakan Nilai Pancasila, Tokoh-tokoh Milenial Bakal Dilibatkan

Kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka selama dua hari, menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa.

Materi yang disampaikan terkait fondasi keluarga sakinah, penyiapan psikologi keluarga, manajemen konflik, tata kelola keuangan keluarga, kesehatan keluarga, serta mencetak generasi berkualitas.

“Pada tahun 2018, pelaksanaan bimbingan perkawinan menjangkau 125.132 pasangan catin di 34 provinsi."

 Saddil Ramdani Terkesan Dilatih Shin Tae-yong, tapi Tak Tahu Apa Bedanya dari Pelatih Lain

"Tahun ini, sampai Oktober 2019, penyelenggaraan bimwin yang masuk laporan sudah mencapai 59.291 catin,” jelas Menag.

Menag mengakui jangkauan pelaksanaan bimwin catin memang masih sangat jauh jika dibandingkan dengan rerata peristiwa nikah yang mencapai 2 juta perkawinan dalam setahun.

Gagasan Menko PMK diharapkan dapat disinergikan dengan program bimwin, sehingga pelaksanaannya bisa semakin masif.

 Shin Tae-yong Wajibkan Pemain Timnas Indonesia Timbang Badan Saat Bangun Pagi

“Sampai saat ini, Kemenag sudah memiliki 1.928 fasilitator bimwin yang sudah lulus bimbingan teknis."

"Ini hanya dari unsur Penghulu dan Penyuluh Kemenag, serta Ormas Islam.”

“Jika disinergikan dengan penyuluh kesehatan dan psikolog, mungkin akan lebih efektif lagi,” paparnya.

 DUA Kali Gagal, Warga Serang Banten Ini Akhirnya Lulus Tes SKD CPNS DKI

Kemenag juga sedang mengembangkan aplikasi bimwin.

Aplikasi ini sudah pernah dipresentasikan di forum Kemenko PMK dan disambut positif.

"Kemenko PMK minta agar aplikasi tersebut bisa dikembangkan, tidak hanya digunakan umat Islam, tapi semua agama."

 Kadis Kebudayaan Tutupi Hasil Rapat Pembangunan Sirkuit Formula E, DPRD DKI: Ini Uang Rakyat Loh

"Juga memuat seluruh informasi yang diperlukan bagi catin guna membangun keluarga yang sakinah dan sejahtera."

"Kemenko PMK juga mengajak seluruh K/L terkait dan Kemenag sebagai koordinatornya," tutur Menag.

Bimbingan perkawinan dalam rangka mempersiapkan keluarga yang baik memang tidak hanya dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam melalui bimbingan keluarga Sakinah.

 Tanggapi Survei Indo Barometer, Mahfud MD: Prabowo Memang Bagus

Di Kemenag, ada bimbingan keluarga Sukinah (Ditjen Bimas Hindu), keluarga Kristiani (Kristen), keluarga Bahagia (Ditjen Bimas Katolik), dan keluarga Hittasukhaya (Ditjen Bimas Buddha).

Aplikasi Bimwin ini didesain untuk memberikan layanan bimbingan perkawinan secara online.

Melalui aplikasi ini, masyarakat, khususnya catin, dapat mengakses semua informasi tentang perkawinan dan keluarga dari berbagai aspek.

 PSI Sebut Formula E di Monas Cocoklogi, Minta Pemprov DKI Kembalikan Commitment Fee ke Kas Negara

Selain Bimwin, lanjut Fachrul, Kemenag juga telah mempersiapkan program transformasi KUA melalui Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah.

Ada tiga aspek program Pusaka Sakinah, yaitu penanganan isu-isu perkawinan, seperti perceraian, KDRT, dan kawin anak.

Lalu, pengembangan dan pengelolaan jejaring kerja lokal di kecamatan, baik dengan petugas puskesmas, penyuluh KB, tokoh masyarakat, majelis taklim; dan penguatan moderasi beragama berbasis keluarga.

 Begini Cara Shin Tae-yong Disiplinkan Pemain Timnas Indonesia, Dilarang Bawa Hape dan Keluar Hotel

“Dalam lima tahun ke depan, Kemenag menargetkan ada 500 KUA Pusaka Sakinah."

"Atau sedikitnya 1 KUA di tiap kabupaten/kota untuk diproyeksikan menjadi KUA Model dalam pelayanan perkawinan dan keluarga,” tutur Menag.

KUA tersebut, kata Menag, menyediakan layanan bagi remaja, calon pengantin, dan bagi keluarga muda di masa nikah.

 Wanita Belanda Cari Orang Tua Kandung di Jelambar, Nama Jalan yang Ia Maksud Kini Sudah Jadi Gang

Bimbingan bagi remaja usia sekolah (14–19 tahun) ditujukan untuk pencegahan seks pranikah.

Bimbingan remaja usia nikah untuk membangun kesiapan mental dan perlunya perencanaan matang dalam membangun keluarga perkawinan.

Bimbingan pranikah bagi catin untuk memberikan keterampilan dalam mengelola dinamika perkawinan dalam keluarga.

 Cekcok dengan Pacar, Pria Ini Bunuh Diri Terjun dari Flyover Senen

Bimbingan masa nikah untuk memberi keterampilan mengelola hubungan yang berkesalingan dan berkeadilan, serta mengelola keuangan keluarga.

“KUA model juga memberikan pelayanan konsultasi dan pendampingan bagi rumah tangga yang mengalami permasalahan,” paparnya. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved