Kasus Tubagus Chaeri Wardana

Terungkap Wawan Punya Sejumlah Aset di Australia yang Diduga Dibeli dari Uang Hasil Korupsi

Terungkap Wawan Punya Sejumlah Aset di Australia yang Diduga Dibeli dari Uang Hasil Korupsi

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Sidang tersebut beragendakan dakwaan bagi Tubagus Chaeri Wardana pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun 2012, pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di lingkungan Pemprov Banten tahun 2011-2013, dan tindak pidana pencuciann uang (TPPU) dari tahun 2006-2013. 

Dulu, kakaknya juga punya kuasa lebih besar. Wilayahnya pun lebih luas. Dia adalah adik dari Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten sejak 2007 sampai dinonaktifkan pada 2014 karena kasus korupsi.

Nilai uang yang diduga dia nikmati dari tiga perkara ini saja sepanjang 2005-2012, ditaksir mencapai Rp 1,7 triliun.

Sidang Gugatan Dugaan KTA Siluman CIMB NIaga Masuk Agenda Keterangan Saksi

Bekal-bekal itu membuat dia mampu memberi ASN instruksi, memberikan arahan kepada pejabat pemerintah, dan bahkan mengutak-utik anggaran wilayah itu.

Ujungnya, pundi-pundi pribadi dan jejaring koleganya menggelembung. Korupsi lewat akses kekuasaan trah jawara jadi jalan.

Statusnya sekarang adalah terdakwa atas dua kasus korupsi di Tangerang Selatan dan satu perkara pencucian uang. 

Nilai uang yang diduga dia nikmati sendiri dari tiga perkara ini saja sepanjang 2005-2012, ditaksir mencapai lebih dari Rp 1,7 triliun. Ini belum total dugaan kerugian negara ya.

Atika Nur Kusumaningtyas dkk dalam resume penelitian yang diterbitkan Jurnal Penelitian Politik Pusat Penelitian Politik LIPI 2016 menyebut, sosok sang ayah berperan besar bagi kekuatan pengaruh Wawan sebagai "Pangeran Banten".

Pada era reformasi,  trah Chasan Sohib mengubah strategi dan posisi.

Update Pertandingan Persebaya Surabaya Vs Persija Jakarta, Ryuji Utomo Dikartu Merah Wasit

Chasan memulai eksistensinya jauh sejak zaman Orde Baru. Melalui perusahaan yang didirikannya, ia menjadi penyuplai kebutuhan logistik tentara di Divisi Siliwangi, tepatnya pada 1967.

Sejak saat itu, Chasan sering memenangkan kontrak pembangunan jalan dan pasar di Banten.

Pada masa Orde Baru pula, Chasan sebagai jawara bersama dengan ulama setempat didapuk menjadi pemimpin informal yang berafiliasi dengan Golkar, partai kuat kala itu.

“Hal ini menjadi salah satu modal sosial politik yang sangat penting untuk membangun dinasti politik di Banten,” tulis Atika Nur.

Kesemua hal tersebut akhirnya menjadikan Chasan sebagai tokoh paling kuat yang mendominasi Banten.

Setelah Orde Baru tumbang, supremasi trah Chasan di Banten tak lantas tercerabut.

Pada masa lalu, oligarki Chasan lebih banyak menggunakan pendekatan kekerasan dan intimidasi untuk meneguhkan kekuasaan. Pada era reformasi,  trah Chasan Sochib mengubah strategi dan posisi.

Anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dikritik DPR RI

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved