Rabu, 29 April 2026

Formula E

Komisi E DPRD DKI: Kadis Kebudayaan Terlalu Arogan soal Rekomendasi Formula E di Monas

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak memandang sikap Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana terlalu arogan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Kompas.com
Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen balap mobil bertenaga listrik Formula E Tahun 2020. 

“Itu di bawahnya cobbleston bukan tanah, jadi kalau dilapisi permanen saja nggak usah dikelupas lagi. Saya pribadi mengatakan seharusnya begitu karena untuk fasilitas saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas,” kata Dwi di Hotel Novotel Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (14/2/2020).

 Masih Adaptasi dengan Pelatih Timnas, Andy Setyo Akui Shin Tae-yong Sangat Disiplin

“Kalau itu dilapisi aspal, justru membantu penyandang disabilitas untuk menikmati Monas dengan nyaman, jadi banyak sekali dampaknya dalam event ini,” tambah Dwi.

Dia mengatakan, proses pengaspalan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Setelah lintasan diaspal, pihaknya akan membangun pagar lintasan dan tribun atau kursi penonton berkapasitas 10.000 orang.

Setelah itu, infrastruktur yang dibangun Jakpro akan dicek oleh FIA untuk mendapatkan sertifikasi atau homologasi.

“Asetnya nanti menjadi milik PT Jakpro,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dwi mengaku telah mengajukan Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada 2020 sebesar Rp 767 miliar.

 Anak Bupati Murka dan Aniaya Selingkuhan Pacarnya di Hotel Ditangkap Polisi, Begini Kronologisnya

Nilainya terbagi dua, yakni untuk infrastruktur Rp 344 miliar dan garasi bank Rp 423 miliar.

Lintasan Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. (Repro Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)
“Bank garansi ini duitnya nggak hilang karena kalau event selesai yah dikembalikan. Dalam b to b (antar bisnis) kami harus menaruh jaminan kepada bank,” jelasnya.

Selain mengharumkan nama baik Indonesia khususnya DKI Jakarta, ajang balap ini berdampak positif bagi perekonomian Jakarta.

Perputaran duitnya diprediksi mencapai Rp 1,2 triliun karena jumlah media promosi dalam ajang ini dilakukan di 140 negara.

 Irfan Bachdim Terkesan, Shin Tae-yong Sosok Pelatih yang Jujur dan Disiplin

“Kalau nambahin dampak ekonominya hasil riset kami yang riil antara Rp 500-Rp 600 miliar yang langsung yah. Tim FEO datang ke sini saja hampir 2.000 orang buat tinggal sepekan di Jakarta,” katanya.

“Bahkan dari tim BI (Bank Indonesia) menghitung dampak terhadap GDP (gross domestic product) itu satu hari di tanggal 6 Juni 2020 sekitar 0,02 persen. Acara Asian Games selama dua pekan, sekitar 0,08 persen,” tambahnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved