Rabu, 29 April 2026

Formula E

Komisi E DPRD DKI: Kadis Kebudayaan Terlalu Arogan soal Rekomendasi Formula E di Monas

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak memandang sikap Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana terlalu arogan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Kompas.com
Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen balap mobil bertenaga listrik Formula E Tahun 2020. 

“Bank garansi ini duitnya nggak hilang karena kalau event selesai yah dikembalikan. Dalam b to b (antar bisnis) kami harus menaruh jaminan kepada bank,” jelasnya.

 Bukan untuk Lawan Thailand dan UEA, Ini Tujuan Seleksi Timnas Indonesia Senior

Dia menambahkan, yak tak kalah menarik adalah Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ini selama lima musim atau lima tahun.

Keputusan ini dianggap menjadi angin segar bagi dunia investasi bagi Indonesia di kalangan investor asing maupun dalam negeri.

“Tentu ini investasi jangka panjang, ada dampak skala ekonomi, sehingga setiap tahun biaya turun dan profit meningkat.

 Cerita Amanda Rawles Jadi Wanita Belanda yang Mualaf, Mengaku Harus Hati-hati, Tak Boleh Salah

“Misalnya ada pembangunan infrastruktur seperti safety barrier yang tidak hanya sekali pakai, bahkan bisa kita pakai lima tahun.

"Untuk overlay aspal bisa dikelontok kalau sudah selesai, tapi kalau bisa harus dipertahankan karena bisa dipakai lagi tahun berikut,” tambahnya.

Bakal Untung Besar

Sementara itu PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara ajang balap Formula E di Monas, Jakarta Pusat berkeinginan membangun sirkuit permanen di Monas.

Monas ditutup aspal khusus untuk balapan Formula E.

PT Jakpro usul batu alam atau cobblestone di pelataran Monas yang ditutupi untuk sirkuit untuk tidak dibongkar begitu ajang balap mobil listrik selesai digelar.

 Kisah Jihad Jane Jadi Teroris, Salahkan Masa Lalu yang Kelam dari Keluarga Pemabuk, Diperkosa Ayah

Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, aspal yang digunakan untuk melapisi batu alam tidak akan mengganggu resapan air di sana.

Soalnya batu alam yang dipasang di sana, lapisan bawahnya adalah beton.

PT Jakpro adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau milik Pemprov DKI Jakarta.

Dirut PT Jakpro diangkat oleh Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai pemimpin tertinggi di Pemprov DKI.

Dengan demikian, Dwi Wahyu Daryoto adalah anak buah Anies Baswedan. 

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved