Virus Corona
Imbas Wabah Virus Corona, Dinkes DKI Imbau Masyarakat yang Sehat Tak Perlu Pakai Masker
Dinas Kesehatan DKI mengimbau kepada masyarakat yang sehat tidak memakai masker. Pemakaian masker yang masif justru membuat harga masker melonjak.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat yang sehat untuk tidak memakai masker.
Pemakaian masker yang masif karena adanya wabah virus corona, justru membuat harga masker tersebut melonjak di pasaran.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, idealnya ada tiga golongan orang yang diwajibkan mengenakan masker.
Pertama, orang sakit dengan gejala batuk atau pilek, kedua petugas kesehatan yang merawat pasien dengan gangguan pernapasan.
Lalu terakhir, orang sehat yang merawat individu dengan gangguan pernapasan.
• HANYA Beberapa Menit Sebelum Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, BCL Posting Lagu Soulmate di Ig Storie
• Usai Viral Gendong Pria Terserang Jantung Bripka Sigit Dipanggil Kapolres, Ada Apa?
• Dalam Sidang, Rey Utami Sebut Barbie Kumalasari Suruh Galih Bicara Soal Ikan Asin
• Mahfud MD Beberkan Alasannya Tidak Setuju Pemulangan 660 WNI Bekas Anggota ISIS
“Jadi masker bedah tidak perlu digunakan oleh orang sehat,” kata Ani berdasarkan informasi yang didapatnya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (18/2/2020).
Ani menjelaskan, masker bedah berfungsi untuk mencegah penyakit dari dalam diri kepada oang lain.
Karena itu, jenis masker ini idelnya digunakan bagi orang yang sakit.
Sedangkan masker N95 atau respirator hanya dipakai petugas kesehatan karena berfungsi mencegah penyakit dari luar ke dalam dirinya.
• Ridwan Kamil: Saya Sudah Perintahkan Dinas Pendidikan Pecat Guru Pukul Siswa
“Asumsi dan harapannya jika semua orang sakit pakai masker bedah, maka orang sehat tidak usah takut tertular,” jelasnya.
Imbauan yang disampaikan Ani menyusul banyaknya masyarakat yang memburu masker karena khawatir terhadap wabah virus corona.
Pembelian masker melebihi angka kebutuhan yang wajar, berdampak pada kenaikan harga masker tersebut.
“Melonjaknya harga masker karena mekanisme pasar. Jadi seluruh masyarakat membeli masker,” ujarnya.
• Saat Ayahnya Dimakamkan Dua Bocah Kakak Beradik Diduga Diculik Pengurus SMK, Dilaporkan Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/masker-n95-langka-dan-mahal.jpg)