Breaking News:

MRT Jakarta

JALUR Pembangunan MRT Fase 2 Lebih Kompleks, Bakal Ada Rekayasa Lalu Lintas, Kecuali di Monas

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, pembangunan Fase 2 memiliki tantangan yang berbeda dengan Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI)

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Masyarakat saat menjajal dua rangkaian MRT di Stasiun Velodrome, PulogGadung, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019). 

Dengan demikian, target pembangunannya dapat selesai pada Desember 2024 mendatang.

“Untuk tunneling kami menggunakan metode yang sama di Fase 1, memakai TBM machine atau Tunnel Boring Machine,” jelasnya.

 Survei Barometer Soal Kepuasan Warga DKI Terkait Penanganan Banjir: Ahok 42%, Anies 4,1%

Dalam pengerjaan proyek MRT Fase 2-A ini, terdapat tujuh stasiun bawah tanah yang akan dibangun.

Yakni, Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Saat ini, MRT telah membangun jalur lintasan kereta sepanjang 16 kilometer yang membentang dari Lebak Bulus-Bundaran HI dengan 13 stasiun.

 MAKI Gelar Sayembara Berhadiah iPhone 11 Bagi Penemu Harun Masiku dan Nurhadi, KPK Tak Tersindir

Berdasarkan data MRT, total panjang pembangunan MRT Fase 2 (A-B) mencapai 11,5 kilometer.

Rinciannya, paket A Bundaran Hotel Indonesia-Kota 5,8 kilometer dan paket B Kota-Ancol Barat sepanjang 5,7 kilometer.

Pembangunan Fase 2 (A-B) terdiri dari 11 stasiun, yaitu tujuh stasiun bawah tanah (underground) untuk fase II A, dan empat stasiun underground dan layang (elevated) pada fase II B.

 BREAKING NEWS: 13.728 Peserta Ikut Tes CPNS di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Hati-hati Oknum!

Saat ini, MRT masih mengecek kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai depo di Ancol Barat.

Ada pun kebutuhan lahan untuk membangun depo di sana sekitar 19,5 hektare.

Instrumen Pemersatu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memandang keberadaan angkutan kereta Mass Rapit Transit (MRT) tak membedakan status sosial penumpang di mata masyarakat.

Meskipun jabatan seseorang adalah presiden, gubernur, atau pemimpin perusahaan, mereka tetap mendapat layanan yang sama seperti penumpang biasa pada umumnya.

“MRT itu bukan sekadar alat pemindahan badan saja, tapi di MRT ini dapat menggunakan kelas (layanan) yang sama."

 Akankah Amien Rais Masih Dapat Tempat di PAN? Bima Arya: Itu Pembicaraan Tingkat Dewa

"Mau dari presiden, office boy (petugas kebersihan kantor), menteri, wali kota, CEO, maupun GM,” katanya, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Senin (17/2/2020) pagi.

Anies Baswedan mengatakan, visi lain dari pembangunan MRT adalah dapat mempersatukan masyarakat di sebuah angkutan yang sama.

Dari awal masuk sampai keluar kereta, seluruh penumpang akan mendapatkan layanan yang sama baiknya.

 Mahfud MD Bilang Dua Hal Ini Bisa Ganggu Proses Indonesia Emas 2045, Intoleransi Salah Satu Penyebab

“Mereka duduknya setara, masuknya dan antrenya sama."

"Tidak banyak fasilitas kendaraan yang memberikan seperti ini,” tuturnya.

Menurut Anies Baswedan, selama ini transportasi di Jakarta tidak mendorong untuk membuat elemen masyarakat bersatu.

 WAKIL Ketua Umum Berharap Ada Pimpinan Baru di Partai Demokrat, Sebut AHY Pemimpin Masa Depan

Namun, dalam dua tahun kepemimpinannya, pola itu diubah sehingga seluruh angkutan darat dan berbasis rel di Jakarta akan saling terintegrasi.

Penumpang dari MRT dapat begitu mudah berpindah ke angkutan lain seperti Transjakarta, kereta rel listrik (KRL) Commuter Line, dan angkutan lain mirkobus yang tergabung dalam Jaklingko.

“Kita ini di Jakarta ada persatuan, tapi cara kita mengatur kotanya tidak mendorong untuk persatuan."

 Survei Sebut Prabowo Menteri Berkinerja Paling Bagus, PDIP: Berarti Jokowi Tempatkan Orang Benar

"Transjakarta dan MRT adalah instrumen pemersatu."

"Di sana berangkat komponen semua masyarakat, hal ini yang kami bangun bukan hanya untuk saat ini, tapi untuk masa yang akan datang juga,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan turut berbangga dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang bergerak di bidang transportasi.

 KPK Yakin Harun Masiku dan Nurhadi Segera Ditemukan Jika Masyarakat Ikut Mencari

Sekarang mereka tidak bekerja secara sektoral, tapi saling berkolaborasi untuk memikirkan pola integrasi dengan angkutan umum lain.

Implikasinya, masyarakat dapat lebih dimudahkan dengan sejumlah angkutan umum yang saling terhubung dan harganya terjangkau.

“Dulu MRT memikirkan MRT, dan Transjakarta memikirkan Transjakarta, tapi sekarang alhamdulilah saya bersyukur bahwa rancangannya sudah memperhitungkan integrasi,” ucapnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved