Breaking News:

MRT Jakarta

JALUR Pembangunan MRT Fase 2 Lebih Kompleks, Bakal Ada Rekayasa Lalu Lintas, Kecuali di Monas

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, pembangunan Fase 2 memiliki tantangan yang berbeda dengan Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI)

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Masyarakat saat menjajal dua rangkaian MRT di Stasiun Velodrome, PulogGadung, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019). 

Namun, ketika membuat stasiun, ada layer yang tembus dari atas ke bawah tanah.

Artinya, ada penggalian dari atas ke bawah dan diperlukan manajemen rekayasa lalu lintas.

KPK Yakin Harun Masiku dan Nurhadi Segera Ditemukan Jika Masyarakat Ikut Mencari

Dia berharap, ada manajemen rekayasa lalu lintas.

“Kami ingin ini dilakukan lebih baik lagi, kondisinya, kualitasnya, supaya para pengendara kendaraan maupun pejalan kaki dampaknya bisa diminimalisir,” paparnya.

Meski ada rekayasa lalu lintas dalam fase ini, dia memastikan manajemen tersebut tidak berlaku khusus di Jalan Medan Merdeka Barat.

Survei Sebut Prabowo Menteri Berkinerja Paling Bagus, PDIP: Berarti Jokowi Tempatkan Orang Benar

Rekayasa lalu lintas di ruas jalan ini tidak akan dilakukan karena berada di ring 1 atau area terbatas.

“Khusus pembangunan di Stasiun Monas itu tidak ada rekayasa lalu lintas, dan itu persyaratan dari permintaan pusat,” jelasnya.

PT MRT Jakarta akan membangun jalur MRT Fase 2-A dengan panjang 5,8 kilometer dari Bundaran HI-Kota, Jakarta Barat pada Maret 2020.

WAKIL Ketua Umum Berharap Ada Pimpinan Baru di Partai Demokrat, Sebut AHY Pemimpin Masa Depan

Pekerjaan dimulai dari paket CP 201 dengan konstruksi lintasan Bundaran HI sampai Sarinah sepanjang 2,8 kilometer beserta Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.

Nilai proyek CP 201 ini menelan biaya sekitar Rp 4,5 triliun dari dana pinjaman negara Jepang.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved